oleh

Ormas Kecam Sikap Bupati Minahasa Gegara Ini

Tondano, Fajarmanado.com — Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mengecam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa yang dipimpin Bupati Dr. Ir Roy Oktavian Roring, MSi dalam menyikapi status lahan perkebunan Makawembeng di Kecamatan Tondano Utara.

Diduga gara-gara ROR, sapaan akrab Bupati Minahasa tidak berani bersikap dan hanya melakukan pembiaran terhadap sengketa lahan perkebunan Makawembeng, sehingga memicu perkelahian dan memakan korban jiwa.

Kecaman dan tudingan tersebut, terungkap dalam dialog tatap muka para aktivis Ormas bersama tokoh masyarakat Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Barat di kediaman Habib Hi. Husen Assagaf, Selasa (16/6/2020).

Terpantau turut hadir dalam dialog tersebut, Lurah Kampung Jawa, Suryanto Mertosono SP dan Imam Besar Masjid Agung Al’falah Kiay Modjo Hi Achmad Kiay Demak.

Ketua DPD Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa, Noldy Lila mendesak Pemkab Minahasa harus segera menyelesaikan sengketa lahan perkebunan Makawembeng tersebut.

Persoalan klaim mengklaim pemilikan lahan perkebunan yang tempoe doeloe dikenal sebagai tanah negara itu, harus secepatnya diselesaikan agar tak memicu lagi perselisihan antarwarga.

“Lihat saja, karena persoalan pemilikan lahan di sana tidak selesai-selesai, sekarang ini sudah meminta korban jiwa,” ujarnya sambil menyebut almarhum Robert Mawuntu, petani 56 tahun yang meninggal akibat kena tebasan parang.

,” Atas nama ormas LMI saya mengecam tindakan pemerintah daerah Kabupaten Minahasa yang terkesan melakukan pembiaran atas kasus sengketa lahan tersebut,” tandas Budo, sapaan familiar dari pria yang identik dengan topi cowboy ini.

Menurutnya, dengan tidak hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa pada acara pemakaman almarhum Robert Mawuntu di Desa Marawas, mengesankan negatif atas sikap ke dua pimpinan Pemkab Minahasa dalam menyikapi akar permasalahan penganiayaan tersebut.

“Seharusnya bupati hadir dalam acara seperti ini agar dapat meredam situasi duka masyatakat yang bertikai. Kasihan aparat hukum TNI dan Polri yang dikuras tenaga mereka melakukan penjagaan siang dan malam,” ucapnya.

Sementara, Panglima abesar DPP LMI Buang A. Pesik kepada wartawan mengatakan, kehadiran LMI di Desa Marawas dan Kelurahan Kampung Jawa hanya untuk mengantisipasi agar tidak ada orang ke tiga yang melakukan provokasi.

“Inilah yang harus kita jaga sehingga persoalan ini tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Penulis: Maxi Heru

News Feed