Awasi Penyaluran Bapok Corona, Kapolsek Petrus Apresiasi Warga Motoling Raya

Awasi Penyaluran Bapok Corona, Kapolsek Petrus Apresiasi Warga Motoling Raya

Motoling, Fajarmanado.com — Ini patut diteladani. Pasca meninggalnya salahsatu pasien terkonfirmasi positif di Desa Raanan Lama, warga empat kecamatan di Motoling Raya, Minahasa Selatan secara Mapalus memberikan bantuan bahan makanan pokok (Bapok).

Diawasi langsung Kapolsek Motoling, Iptu Petrus Sattu Kabanga, penyaluran Bapok swadaya itu pun, mulai disalurkan kepada warga terdampak pada Jumat (12/6/2020).

Penbagian paket Bapok tersebut dilakukan dengan menggunakan protokol tetap (Protap) kesehatan di posko penampungan bantuan, pelataran Gereja Katolik Raanan Lama.

Kapolsek Petrus tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protap kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang sudah disiapkan.

Kapolsek Iptu Petrus Satu Kabanga ketika memberikan himbauau saat penyaluran bapok swadaya masyarakat Motoling Raya di teras depan Gereja Katolik Raanan Lama, Jumat (12/6/2020).

“Saya perlu menyampaikan bahwa bantuan berbagai macam bahan makanan ini, secara sukarela diberikan masyarakat yang Motoling Raya sebagai wujud rasa sepenanggungan dengan masyarakat di desa ini yang terdampak,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini, mantan Kapolsek Tombariri dan Tareran ini berharap semua yang direkomendasikan gugus tugas Covid 19 benar-benar mematuhi himbauan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

“Isolasi mandiri ini tak lain untuk memutus kemungkinan adanya mata rantai virus corona,” jelasnya melalui pengeras suara.

“Jadi, sayangilah diri anda, keluarga dan orang dekat sekitar kita demi kesehatan kita bersama,” sambung pria familiar ini.

Kapolsek Petrus mengapresiasi masyarakat Motoling Raya, yang tersebar di empat kecamatan, Motoling, Kumelembuai, Motoling Timur dan Kecamatan Kumelembuai yang secara suka rela mengumpulkan bantuan bagi warga terdampak Covid 19 di Desa Raanan Lama.

“Saya bangga sekali. Budaya gotong royong, yang merupakan budaya Mapalus dari nenek moyang Tou Minahasa ini, ternyata masih sangat lekat dan diwujudkan masyarakat Motoling Raya,” ujarnya.

Karena itulah, Kapolsek Petrus mengharapkan agar semua warga yang terdampak dan menerima bantuan tersebut menghargainya dengan mematuhi anjuran pemerintah melakukan isolasi mandiri.

Penulis: Herly Umbas