oleh

Penerima BLT Corona di Desa Tombasian Atas Tembus 153 Keluarga

Kawangkoan Barat, Fajarmanado.com —  Kendati memiliki 247 kepala keluarga (KK), namun Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa hanya mendapat jatah 36 keluarga penerima Bantuan Sosial Bantuan Langsung Tunai (Bansos BLT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang dikenal dengan sebutan BST atau Bansos Tunai ini.

“Hanya 36 keluarga penerima Bansos Tunai dari Kemensos di desa kami,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Tombasian Atas Johny Tooy Wowor kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan Barat, Kamis (30/4/2020).

Wowor mengaku tidak berkecil hati, meski warga desanya yang tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga terbilang sedikit. Hanya sebanyak 26 KK.

Meski demikian, semua keluarga penerima BLT terdampak virus corona atau Covid 19 menembus angka 153 keluarga. Yakni, 36 keluarga dari Kemensos dan 115 keluarga dari Dana Desa.

“Dengan adanya Dana Desa, ada 75 sampai 115 keluarga lainnya yang bakal menerima BLT dari dana desa. Ya, semua bakal berjumlah total 153 keluarga,” kata Tooy, sapaan familiar Kumtua Tombasian Atas ini.

Rapat musyawarah khusus verifikasi dan validasi keluarga penerima Bansos Tunai Kemensos dan BLT Dana Desa dua pekan lalu, lanjutnya, selain mengoreksi beberapa nama penerima sesuai data Kemensos, forum juga sepakat memberikan kepada keluarga terdampak sampai 115 KK. “Jadi sasaran bantuan BLT dana desa bisa mencapai 115 keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Aktif Cegah Corona, Brimob Maluku Gencar Sosialisasikan Prokes dan Semprotkan Disinfektan

Pagu Dana Desa Tombasian Atas tahun 2020 bernilai sekitar Rp700 juta. Sesuai petunjuk Kemendes PDTT, maka 25 persen atau Rp175  juta lebih di antaranya dapat dialokasikan untuk Bansos BLT. Jika dibagi Rp1,8 juta maka akan mengkaver kebutuhan 97 keluarga.

Pasalnya, Kemensos sendiri mematok memberikan Bansos Tunai sebesar Rp600 ribu setiap bulan selama tiga bulan kepada keluarga yang terdata dan tercatat masuk dalam Basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kemensos.

Bansos tunai yang tengah ditransfer ke rekening penerima untuk bulan pertama, April 2020 ini, telah diverifikasi dan validasi pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama di semua desa dan kelurahan.

Pantauan Fajarmanado.com, tak sedikit desa dan kelurahan mengoreksi data penerima. Karena, ada orang yang sudah meninggal, telah memperoleh pendapatan bulanan dan ekonomi keluarganya telah meningkat menjadi kategori keluarga mampu.

Baca Juga :  Brimob Polda Maluku 'Hujani' Kota Ambon dengan Cairan Disinfektan

“Di sini ada juga. Tapi sudah kami koreksi bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda,” ujar Tooy.

Bedasarkan hasil verifikasi dan validasi penerima Bansos BLT Dana Desa, ada 115 keluarga yang layak menerima bantuan pemerintah lagi, selain keluarga penerima Bansos Tunai Kemensos, PKH dan BPNT. “Kalau pemegang kartu Pra Kerja belum ada di desa kami,” ungkapnya.

Validasi calon penerima BLT Dana Desa, katanya, tak hanya dilakukan melalui forum rapat, tetapi diikuti dengan peninjauan langsung dan wawancara dengan para keluarga calon penerima.

“Kami tak hanya membicarakan nama-nama keluarga penerima dalam rapat, tapi turun langsung ke rumah-rumah mereka,” jelasnya.

Hasilnya, lanjut Tooy, jumlah calon penerima BLT Dana Desa berkembang dari 75 keluarga menjadi 115 keluarga.

“Ini keputusan rapat, bukan keinginan saya sebagai hukum tua,” tandasnya sambil mengungkapkan bahwa nominal Bansos BLT kepada 115 keluarga ini disesuaikan dengan volume dana BLT yang disisihkan dari dana desa melalui rapat tersebut.

Penulis: Herly Umbas

News Feed