oleh

Wow..! Rumah Penerima Bantuan Pemerintah Ditempeli Stiker Ini

Tondano, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bikin terobosan. Di saat bantuan sosial (Bansos) ‘banjir’ turun ke masyarakat dewasa ini, rumah-rumah penerima bantuan pemerintah mulai ditepeli stiker.

Stiker bertuliskan; Keluarga Kurang Mampu ditargetkan dipasang di dinding depan semua rumah penerima bantuan dari pemerintah di Kabupaten Minahasa, baik Bansos Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos-RI, Peserta Keluarga Harapan (PKH), BLT Dana Desa dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penempelan stiker ini dilakukan secara simbolis Pemkab Minahasa di Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur, Rabu (29/4/2020) siang tadi.

Terpantau, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Denny Mangala bersama Kepala Dinas (Kadis) Sosial Minahasa Royke Kaloh SH, didampingi Camat Tondano Timur Telma Torar, SSos, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Maya Marina Kainde SH, MAP serta Lurah Luaan Maksie Paoki menyisir rumah-rumah penduduk penerima bansos pemerintah dan menempelkan stiker.

Baca Juga :  BLT Diduga Tak Tepat Sasaran dan Pilih Kasih, Kumtua Ruru Sebut Silahkan Lapor

“Bagi Kepala Keluarga penerima bantuan pemerintah, akan ditempel stiker bertuliskan Keluarga Kurang Mampu dari Pemkab Minahasa. Semua wajib ditempeli dan hari ini sudah mulai dilakukan di wilayah Tondano,” ujar Mangala.

Menurut Mangala, penempelan stiker ini dilakukan sebagai bentuk transparansi Pemkab Minahasa soal penerima bantuan pemerintah.

Mangala meminta masyarakat umum dapat memberikan laporan kepada Pemkab Minahasa apabila didapati ada yang sebenarnya tidak layak menerima namun menerima.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Pastikan BLT Karyawan Cair Paling Lambat Dua Pekan Depan, Ini Syaratnya

“Kami akan evaluasi secara berkala, dan bila terbukti tidak layak menerima, maka akan dibatalkan dan digantikan dengan yang lain,” pungkasnya.

Masyarakat mengapresiasi terobosan Pemkab Minahasa dalam rangka transparansi penerima bantuan pemerintah.

Pasalnya, data sosial yang digunakan Kemensos yang tertuang dalam Basis Data Terpadu (BDT) bersumber dari hasil sensus penduduk 2015 silam.

Tak heran, ketika Pemkab Minahasa mengacu pada data tersebut saat menyalurkan Bapok tahap pertama, ada nama orang yang sudah meninggal yang muncul. Selain itu, ada juga nama penerima yang kemampuan ekonominya sudah bergerak naik jadi mapan.

Penulis: Herly Umbas

News Feed