oleh

Hebat! Operasi Humanis, Polda Sulut Amankan 109 Sajam di Dumoga Raya

Dumoga, Fajarmanado.com — Operasi humanis Tim Gabungan Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan 109 bilah senjata tajam (sajam) berbagai jenis di Dumoga Raya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (23/4/2020) pagi tadi.

Operasi sajam yang dipimpin Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana, didampingi Wakapolres, Kompol Syaiful Wachid ini terkesan sebagai operasi sajam terbesar.dimelibatkan 117 personil gabungan.

Selain Batalyon B Pelopor Satbrimob dan Polres Bolmong, operasi melibatkan Tim Khusus Maleo Polda Sulut dan jajaran Polsek di Dumoga Raya. Jumlah pun, mencapai 117 personil.

Operasi menyasar titik-titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah tersebut. Meski tak sedikit personil mengenakan atribut dan senjata lengkap, tapi operasi mengedepankan pendekatan humanis.

Terpantau, selain para pejabat utama Polres Bolmong, turut bergabung pula Kepala Timsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma, SH dan Danton 2 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Sulut, Iptu Yasin.

Berbagai jenis sajam yang berhasil diamankan, antara lain, tombak dan mata rombak, pisau badik, parang, samurai, panah wayer plus pelontar.

Ada juga senapan yang diamankan dari empat desa. Yaitu, Desa Pinonobatuan dan Pinonobatuan Barat Kecamatan Dumoga Timur, serta Desa Dondoman dan Mopuya, Kecamatan Dumoga Utara.

Sebelumnya, Kapolres Indra Pramana, dalam apel persiapan operasi, meminta agar operasi sajam ini dilaksanakan secara persuasif, humanis, sesuai SOP dan tidak arogan, dengan mengimbau warga untuk menyerahkan sajam kepada pihak kepolisian.

“Bila tidak ada yang mau menyerahkan sajam, maka kita lakukan penggeledahan dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Dalam operasi, personil gabungan tersebut  dibagi menjadi tiga tim, kemudian menyebar ke titik-titik yang telah ditentukan, dengan metode operasi, on the spot, razia stasioner dan hunting.

On the spot dilakukan di Pinonobatuan dan Pinonobatuan Barat, melibatkan Camat Dumoga Timur serta para Sangadi.

Kemudian razia stasioner digelar di pintu masuk lokasi pertambangan simpang Desa Mopuya, Dumoga Utara. Sedangkan metode hunting dilakukan dengan mendatangi para pembuat sajam di Desa Dondoman.

Dalam metode on the spot, petugas mengamankan 3 bilah tombak, 20 samurai, 13 panah wayer dan pelontarnya. Personel mengedepankan langkah persuasif, sehingga beberapa warga dengan sukarela menyerahkan sajam mereka kepada petugas, disaksikan oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

Sedangkan pada razia stasioner dengan sasaran para penambang, petugas mengamankan empat bilah sajam jenis pisau badik.

Dan untuk hunting, petugas mengamankan 2 tombak, 7 mata tombak, 19 pisau badik, 24 samurai/parang, 2 senapan angin, serta bahan baku pembuatan sajam berupa besi sebanyak 6 buah. Adapun pemilik usaha pembuatan sajam, yaitu AM (45), MP (46) dan J.

Kapolres Indra Pramana menerangkan, sebelumnya Polres Bolmong juga sudah menggelar operasi serupa. Yakni, pada Selasa dan Rabu malam lalu, di Desa Torout, Dumoga Barat.

“Hasilnya pada Selasa (21/4) malam, kami mengamankan 6 pisau badik dan 1 tombak. Kemudian pada Rabu (22/4) malam, kami bersama Timsus Maleo Polda Sulut berpatroli dan mengamankan 1 tombak milik RG (32), warga Mogoyunggung I, Dumoga Timur,” jelasnya. Seluruh barang bukti hasil operasi tersebut kini telah diamankan.

Ditambahkan Kapolres, operasi ini bertujuan untuk memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, khususnya di wilayah Dumoga Raya.

“Selain razia kami juga memberikan imbauan untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa menyimpan dan membawa sajam yang bukan peruntukannya dapat dikenakan hukuman pidana. Operasi ini sekaligus untuk meredam situasi pasca terjadinya perselisihan di beberapa desa di Dumoga Raya,” jelas Kapolres Bolmong.

Sumber: Humas Polda Sulut

Editor : Herly Umbas

News Feed