oleh

Hari ke 5 Penertiban, Pasar Kawangkoan Belum Tertata

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Hari ke 5 penertiban pedagang yang dilakukan tim terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa belum juga berhasil melakukan penataan.

Ruas jalan sisi timur yang sebelumnya disesaki pedagang, kini sudah lenggang. Tak terlihat lagi tenda dan atau lapak di dua sisi jalan akses menuju Puskesmas Kawangkoan itu.

Sebagian besar pedagang ikan mentah telah masuk menggunakan tempat yang disiapkan pengelola pasar di jalan sisi timur pasar. Tinggal dua pedagang ikan yang terlhat bertahan memanfaatkan di halaman rumah penduduk.

Selain mereka, ada beberapa pedagang bawang, rica dan tomat (Barito) serta sayur-sayuran di jalan depan gerbang pasar yang juga beralih menempati teras dan rumah penduduk, yang letaknya mepet drainase.

Namun, masih juga ada mobil yang diparkir pada area manfaat jalan di depan pasar yang di bak terbukanya masih menggelar dagangan. Yakni,  mobil pick up Gand Max.

Baca Juga :  Senator SBANL Sebut Peran Pemuka Agama Sangat Penting dan Strategis

Di bak mobil warnah putih yang didesign khusus menggunakan atap itu terlihat ada bawang putih dalam karung dan timbangan.

Sementara, aneka mobil dan sepeda motor masih terparkir tak beraturan di area manfaat jalan dan di jalan. Padahal, di sebelah timur di pojok masuk kawasan itu, terpanjang tanda larangan masuk di jaga petugas perhubungan yang langsung mengarahkan kendaraan ke arah barat.

Tapi di pintu masuk dari arah tiga jalur sebelah Utara dan barat tak ada rambu lalu lintas dan petugas penjaga,  sehingga kendaraan bebas masuk dan keluar.

Baca Juga :  Soal Garis Parkir Kawangkoan, Kaparang Sebut Tunggu Cuaca yang Tepat

Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Kawangkoan, Meddy Moniung tak menampik penertiban dan penataan terpadu satpol PP dan Dinas Perdagangan belum sesuai harapan.

Ia pun mengakui penertiban akan dilanjutkan pada hari Kamis, 19 Maret depan di pasar yang dioperasikan setiap hari Senin, Kamis dan Sabtu ini.

Penataan yang akan dilakukan kemudian,  menurut dia, akan intens berkoordinasi dengan unit pengelola parkir.

Pantauan Fajarmanado.com, di dalam gedung pasar tradisional yang dibangun dengan dana APBN 2017 banyak lapak kosong. Padahal,  ketika usai dibangun, banyak pedagang yang bermohon masuk dapat lapak.

“Yang jadi persoalan sekarang, ada juga pedagang yang punya lapak di dalam pasar tapi hanya mau berjualan di luar,” kata Moniung.

Penulis: Herly Umbas

News Feed