oleh

Prakarsai Launching Masterplan Embung Kulo Parepei, KKN IAKN Manado Gelar Dialog Wisata

Remboken, Fajarmanado.com — Pemerintah Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado melaksanakan Dialog Pengembangan Embung Kulo atau Danau Kulo Desa Parepei di Balai Desa Parepey, Kecamatan Remboken, Kamis (12/3/2020).

Kegiatan yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Minahasa, Pemerintah Kecamatan Remboken diwarnai dengan Evaluasi Pengembangan Desa/Lomba Desa dan dialog wisata.

Pada kesempatan dialog, mahasiswa KKN IAKN mengundang Marselino Runturambi, STh, salah satu Stand Up Comedian mahasiswa Pascasarjana S-2 Teologi IAKN Manado.

Ucok, sapaan familiar Marcelino mampu menghangatkan suasana dialog. Dengan gaya khasnya yang kocak, Ucok pun didaulat menjadi moderator sehingga dialog soal pengembangan Embung Kulo menjadi cair dan hangat.

Tampil sebagai pembicara, Kepala Bidang (Kabid) Kesenian Dinas Parbud Minahasa, Fenty T. Lapian.

Ia menilai bahwa pengembangan Embung Kulo menjadi objek wisata sangat tepat apabila sesuai dengan rancangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Desa Parepei.

Meski demikian, lanjut dia,  sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dan Desa bersama masyarakat setempat sangat diperlukan dalam upaya pengembangan objek wisata ini.

“Dinas Pariwisata siap membantu merealisasikan apa yang sudah dirancangkan oleh Desa Parepei ini,” tandasnya.

Camat Remboken Drs. Joris Tumilantouw ketika berbicara pada Dialog Embung Kulo Desa Parepey sebagai Objek Wisata di Balai Desa Parepey, Kamis (12/3/2020)

Camat Remboken, Drs. Joris Tumilantow menyatakan dukungannya atas program Embung Kulo menjadi salasatu destinasi wisata di Remboken.

“Selain kita harus terus bekerja mewujudkan impian masyarakat menciptakan objek wisata yang indah dan akan disukai oleh banyak wisatawan ini, kita juga harus menopangnya. Selain dana, juga Doa dan harapan dari semua pihak yang terlibat dalam mewujudnyatakan Embung Kulo ini,” papar mantan Kabag Camat Tombuluan ini.

Usai dialog wisata yang dipadu dengan evaluasi pengembangan yang dilakukan tim penilai, yakni Dinas Parbud dan Ketua PKK Kecamatan Remboken, dilakukan peninjauan lapangan.

Tim mengelilingi Desa Parepey dan mengunjungi lokasi Embung Kulo yang berada dk sebelah Selatan desa.

Pada saat itu, dilakukan Lauching Masterplan Embung Kulo Desa Parepei sebagai Objek Wisata, yang diprakasai oleh Mahasiswa KKN IAKN Manado.

Embung Kulo memang sudah lama diproyeksikan menjadi destinasi wisata Desa Parepey sehingga terus ditata dan dikembangkan selama ini.

Hukum Tua Desa Parepei, T. Harter Kasenda memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan yang menjunjung tinggi akan terealisasinya Objek Wisata Embung Kulo.

“Untuk itu, kami masyarakat dan pemerintah desa akan berusaha dengan keras dalam tercapainya apa yang menjadi keinginan kita semua untuk pengembangan Embung Kulo dan juga Desa Parepei,” paparnya.

Mahasiswa KKN IAKN Manado yang ditempatkan di Desa Parepei juga sangat berharap Embung Kulo Desa Parepey dapat disulap menjadi salahsatu objek wisata yang diminati wisatawan,  baik domestik, nasional maupun mancanegara.

Gerry Waworuntu selaku Koordinator Umum Mahasiswa KKN IAKN dan juga koordinator di Desa Parepei menyatakan siap mengawal pengembangan Objek Wisata Embung Kulo sehingga terwujud sesuai dengan masterplan yang sudah didisign.

Para mahasiswa IAKN Manado yang diterjun mengabdi di Desa Parepey datang dari berbagai kosentrasi ilmu pendididikan berbeda-beda. Mulai dari,  Teologi, Pendidikan Agama Kristen, Pastoral Konseling dan Pendidikan Musik Gereja.

Mereka, adalah, Hanna Oroh, Citria Lembong, Delvis Hontong, Gerry Waworuntu, Deisy Lalamentik, Novena Rauan, Deisy Kountur, Novany Tempo, Fernita Hontong dan Marselina Tatori.

Kontributor: Toar Umbas

Editor : Maxi Heru

News Feed