oleh

Satpol PP Tertibkan “Lapak Liar” di Pasar Kawangkoan, Begini Reaksi Pedagang

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minahasa akhirnya membongkar puluhan tenda dan lapak liar di kompleks Pasar Esa Waya Kawangkoan, Sabtu (7/3/2020) pagi tadi.

Dipimpin Kasat Meidy Rengkuan,  SH, MAP dan Sekretarisnya, Dra.  Meike Margo Rantung, tak kurang 30 personil ‘polisi sipil’ dikerahkan melakukan penertiban. Mereka berada di lokasi sejak Pukul 05.00 Wita.

“Saya bangga,  ternyata para pedagang di sini memahami dan sadar dengan tindakan kami,” komentar Kasatpol PP Meidy Rengkuan kepada Fajarmanado.com di sela penertiban.

Lapak-lapak dan tenda liar yang dibongkar berada di sisi timur jalan lingkar sebelah timur pasar yang terletak di Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan. Kemudian, dimuat di atas mobil truk dan di bawa ke kawasan pasar ternak di sisi barat.

Pantauan Fajarmanado.com, tak ada perlawanan berarti dari pedagang. Ada yang coba berargumentasi, tapi setelah diberikan pengertian rata-rata memahami program penataan dan pembinaan yang disampaikan Satpol PP, yang menyertakan petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Dinas Perdagangan Minahasa.

Baca Juga :  Astaga..! Dishub Minahasa Hanya Pakai Jasa Warga Kelola Parkir

“Lalu kami berjualan di mana,” komentar seorang ibu pedagang.

“Silahkan berhubungan dengan Kepala Pasar, nanti mereka yang memfasilitasi,” jawab Kasatpol PP, Meidy Rengkuan, yang pernah memegang jabatan Camat Kawangkoan Barat.

Rengkuan kemudian mengingatkan Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Kawangkoan, Meddy Moniung untuk sesegera mungkin mengarahkan semua pedagang yang terkena penertiban berjualan di dalam kawasan pasar.

“Siap, Pak. Kami sudah persiapkan sesuai dengan kelompok jenis dagangan yang sudah ada,” ujarnya.

“Hari Senin depan kami akan datang lagi memantau. Saya minta hari Senin sudah tertata rapi, tidak ada lagi yang berjualan di jalan sebelah timur ini,” tandas Rengkuan, yang juga mantan Kabag Pemerintahan Pemkab Minahasa ini.

Baca Juga :  Pererat Sinergitas, Bupati ROR Bertemu Kapolda Nana Sujana

Sementara, Gunawan Taroreh mengapresiasi program penertiban terpadu yang dilakukan Pemkab Minahasa ini.

“(Program) ini memang sudah lama disosialisasikan, tapi harus cepat dibarengi dengan solusi,” tandasnya.

Solusi yang dibutuhkan tak lain pemberian tempat berdagang bagi para pedagang yang terkena penertiban. “Harus segera. Jangan hanya sampai penertiban saja,” ujar pedagang beras asal Kecamatan Tompaso ini.

Gun, sapaan akrab pedagang tetap Pasar Kawangkoan ini mengkwatirkan apabila tidak dibarengi dengan solusi penempatan berusaha dari para pedagang yang terkena razia, akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertenru untuk memperkeruh keadaan.

“Bapak kan tahu. Tahun ini adalah tahun politik. Jangan sampai kebijakan yang baik ini dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan Pilgub 2020,” tuturnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed