oleh

Bupati Evangelian Jual Potensi Wisata Sitaro Kepada Pemkab Badung dan ASITA Bali

Tagulandang, Fajarmanado.com — Bupati Evangelian Sasingen terus memanfaatkan peluang dan kesempatan mempromosikan potensi wisata Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kali ini kepada rombongan Family Trip Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali dan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) di Ondong, Siau,  Rabu (4/3/2020).

Pada kesempatan itu,  Bupati Evangelian memaparkan kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sitaro, yang 91 persen wilayahnya merupakan lautan, sisanya 9 persen daratan.

Sitaro, lanjut dia, memiliki tiga gugusan pulau besar. yakni,  Pulau Siau, Tagulandang dan Pulau Biaro.

“Daerah ini memiliki 44 pulau dengan 10 pulau yang berpenghuni. Sesuai data per 3 Februari 2020, jumlah penduduk Sitaro sebanyak 71.980 jiwa.

Sotaro memiliki dua gunung aktif. gunung Karangetang di Pulau Siau dan Gunung Ruang di Kecamatan Tagulandang.

“Ekonomi masyarakat hanya bertumpu pada sektor perkebunan Pala dan Cengkih, perikanan tangkap serta pertambangan material batu dan pasir,” ungkapnya didampingi Wakil Bupati, John Palandung.

Sedangkan di sektor pariwisata,  lanjut dia,  belum optimal memberikan kontribusi pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah. “Padahal, potensi pariwisata di Sitaro sangat besar,” katanya.

Bupati Evangelian mengatakan, sebagai kabupaten kepulauan, Sitaro menyimpan potensi besar wisata bahari. Yaitu,  wisata diving dan snorkeling, island hoping maupun tour living board.

“Primadona pariwisata Sitaro adalah Pulau Mahoro dan Pulau Makalehi,” tuturnya.

Sitaro juga mempunyai area-area terumbu karang biodiversitas tinggi atau memiliki banyak living creature, seperti frog fish, beragam jenis nudie branch,  emperor fish,  pigmi, seahorse, rhinopias hingga penyu,  hiu dan whale shark.

Untuk menjaga potensi ini, Bupati Evangelian menyatakan telah melakukan upaya perlindungan terumbu karang yang melingkar dan menyebar di pulau-pulau kecil dengan melakukan zonasi wilayah penangkapan ikan.

Seiring dengan itu, juga melakukan penanaman terumbu karang untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan sekaligus menjaga kelestariannya.

“Dan juga melakukan pelarangan penggunaan jangkar konvensional,” ujarnya sembari menambahkan, “Langkah-langkah inu adalah juga daya tarik dari kegiatan wisata diving.”

Dalam melakukan perjalanan wisata di Pulau Siau, Sasingen mengatakan tidak membutuhkan waktu yang lama.

“Pulau Siau bisa dikelilingi dalam waktu tiga sampai empat jam sehingga sangat mudah mengakomodir tour,” paparnya meyakinkan.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung bersama jajaran foto bersama dengan rombongan Pemkab Badung dan pengurus ASITA Bali seusai bertatap muka dan bertukar cenderamata di Ondong, Siau, Rabu (4/3/2020).

Bila berwisata di Sitaro, menurutnya,  di pagi hari dapat melakukan diving beach entry di sejumlah pantai di Siau.

Siang hari, bisa melakukan pendakian pada Gunung Api Karangetang. Kemudian dapat berlanjut melihat Tarsius Tumpara pada sore menjelang malam di Danau Kapeta.

“Di malam harinya, kita dapat menikmati sajian ikan bakar di rumah makan pinggir pantai sambil menyaksikan guguran lava Gunung Larangetang,” tutur Bupati Evangelian.

Rombongan Pemkab Badung bersama pengurus ASITA, selain bertatap muka dengan Bupati Evangelian dan jajaran,  termasuk para camat dan lurah, selama beberapa hari mengunjungi sejumlah objek wisata di Pulau Siau.

Tatap muka yang berlangsung hangat tersebut diwarnai pertukaran cendera mata antar Pemkab Sitaro dan Pemkab Badung, dan Pemkab Sitaro dengan pengurus ASITA Bali.

Penulis: Herly Umbas

News Feed