Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Hari Keempat, Sonny Rembet Belum Ditemukan Basarnas Ternate

Hari Keempat, Sonny Rembet Belum Ditemukan Basarnas Ternate
Ternate, Fajarmanado.com — pencarian hari keempat Basarnas Ternate dikabarkan belum juga berhasil menemukan satu korban hilang musibah tenggelamnya KM Funka Murni di perairan sebelah timur Pulau Siko, Halmahera Tengah (Halteng) pada Minggu (23/2/2020) silam.

“Sampai hari ini, kami sudah memperluar lokasi pencarian tapi belum ditemukan,” kata Marjun, personil penyelam Basarnas Ternate, Kamis (27/2/2020), sore tadi.

Dihubungi melalui saluran telepon seluler di Posko Penyelamatan Basarnas, Desa Siko,  Kecamatan Kayoa, Marjun mengatakan, tim basarnas Ternate akan istirahat melakukan pencarian pada Jumat, 28 Februari 2020, besok.

“Besok kami istirahat dulu. Bagaimana selanjutnya,  kami sementara menunggu petunjuk atasan,” ujarnya.

Menurutnya, Basarnas telah berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Kayoa, termasuk penduduk desa di pulau-pulau sekitar musibah agar ikut membantu melakukan pencarian.

Baca Juga :  Tangkal Virus Corona, Olah Captikus Kadar 50 Jadi Handsanitizer

“Tadi ada informasi dari desa di pulau sekitar bahwa mencium bau lain, tapi ketika kami ke sana dan melakukan pencarian, tidak ditemukan apa-apa,’ ungkapnya.

Dalam melakukan pencarian hari ini, lanjut Marjun, Basarnas meluaskan pencarian sesuai arah arus. “Kami belum menemukan korban,” ungkapnya lagi.

Sementara, sembilan korban selamat telah pulang di rumah masing-masing, termasuk tiga yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Mereka tiba di Dermaga Bitung pada Rabu (26/2/2020) malam dengan menumpang Kapal Ferry.

“Kami patut mengucap syukur dan berterima kasih karena pemerintah dan masyarakat Desa Siko sangat menaruh perhatian, memberi makan dan merawat kami. Begitu pun dengan tim Basarnas Ternate yang banyak membantu kami,” komentar Raimond Laloan, salah satu korban selamat di kediamannya, Lingkungan 5, Kelurahan Sendangan Selatan, Kecamatan Kawangkoan ketika ditemui, Kamis (27/2/2020) malam.

Baca Juga :  Prakarsai Launching Masterplan Embung Kulo Parepei, KKN IAKN Manado Gelar Dialog Wisata

Raimond meluruskan kabar yang beredar selama ini soal kronologis waktu peristiwa, mulai KM Funka Murni mati mesin sampai tenggelam di sisi timur Pulau Siko.

“Sebenarnya kapal mati mesin pada hari Jumat siang sekitar jam 12. Ada  sekitar 24 jam kemudian tali jangkar putus lalu kapal tenggelam,” jelasnya.

Namun terlepas dari kekeliruan waktu peristiwa, Emon,  sapaan akrab ayah dua putri ini berharap rekannya, Sonny Rembet bisa ditemukan.

“Itu yang jadi harapan kami semua termasuk keluarga Ko Son (sapaan akrab Sonny Rembet,” kata Emon,  yang juga mengisahkan tragedi tenggelamnya KM Funka Murni.

Penulis: Heru

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Comments are closed.