oleh

Bangun Monumen Wilken, Nama Pasar dan Terminal Tomohon Ditambah, Ini Kata Wali Kota

Tomohon, Fajarmanado.com — Pemerintah Kota Tomohon telah rampungkan pembangunan Monumen Wilken. Bahkan, monumen tersebut segera diresmikan bersamaan dengan melaunching penggantian nama pasar dan terminal Kota Tomohon menjadi Pasar dan Terminal Beriman Wilken.

Kenapa menggunakan nama Wilken, Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak menjelaskan, Wilken diambil dari nama belakang Nicolaas Philip Wilken.

Nicolaas Philip Wilken yang lahir pada tanggal 10 Mei 1813 di Aurich Friesland Timur Jerman adalah seorang Pandita yang telah melayani di Tomohon selama 35 tahun.

Pandita Wilken, lanjut Jimmy Eman, memberikan peran penting yang menjadikan Tomohon sebagai Kota religius.

Selama ini, banyak masyarakat hanya mendengar tentang penginjil, seperti Riedel di Tondano, schwarz di Langowan, Ultrech di Motoling, Minahasa Selatan dan di Tomohon ada Johan Adam Mattern, termasuk yang paling lama adalah Nicolaas Phillip Wilken.

“Penamaan Wilken sendiri adalah untuk mengenang sejarah pekabaran injil di Tomohon sekaligus untuk meningkatkan pendidikan, kepariwisataan dan budaya di Kota Tomohon,” jelas Jimmy Eman kepada wartawan di Tomohon, Senin (27/1/2020).

Sementara itu, menurut pemerhati Budaya, seperti Yudi Turambi SH dan beberapa sumber lainnya, Wilken melanjutkan tugas Johan Adam Matern yang mendirikan jemaat Tomohon pada tahun 1839.

Baca Juga :  Digelar KPK, Wali Kota Tomohon Ikut Monev Pencegahan Korupsi Terintegrasi

Wilken kemudian membentuk jemaat-jemaat di Tataaran 1845, Sarongsong 1846, Lolah 1848, Tateli 1848, Kakaskasen 1849, Lotta 1849, Lahendong 1849, Tondangow 1852, Rambunan 1853, Pinaras 1854, Pinaras 1854, Rurukan 1854, Leilem 1856, Pangolombian 1858, Kembes 1858, Koka 1859, Tincep 1860, Tinoor 1860, Kayawu, 1861, Warembungan 1862 dan Kinilow pada tahun 1863.

“Dari berbagai referensi yang ada, 20 jemaat yang dibentuk yakni kakaskasen, kinilow, Tinoor, Kayawu, Wailan, Talete, Paslaten, Kolongan, Matani, Kamasi, Rurukan, Kumelembuai, Walian, Sarongsong, Lahendong, Pinaras, Tondangow, Pagolombian, Woloan, Tara-tara, juga di Tataaran,” jelasnya.

Peran penting Pandita Wilken di Kota Tomohon dalam bidang pendidikan, keagamaan yang mendirikan 20 jemaat sekaligus mengarsiteki langsung bangunan gereja dan sekolah.

Wilken menggoreskan tinta emas bagi perjalanan sejarah masuknya injil dan kristen protestan khususnya di Tomohon. Pandita Nicolaas Phillip Wilken tidak pergi tanpa meninggalkan sebuah jejak permanen.

Misionaris Protestan Pandita Nicolaus Phillip Wilken adalah tokoh pekabaran injil dan pengembangan persekolahan kristen di Kota Tomohon.

Baca Juga :  Pjs Gubernur Fatoni dan Wali Kota Eman Hadiri Ibadah Agung GMIM Bersinode ke 86

Ia juga mendapat julukan sang jenderal 4 bintang seperti tertera pada makamnya. Menggambarkan kesuksesannya.

“Atas peran Pandita Wilken maka Pemerintah Kota Tomohon dalam rangka Hari Jadi Kota Tomohon ke 17 akan meresmikan Monumen Wilken dan melaunching nama Pasar dan Terminal milik Kota Tomohon menjadi Pasar Beriman Wilken,” tandas Jimmy Eman.

Tak hanya itu, penghargaan diberikan untuk penamaan gereja GMIM ke 1000 di Tomohon. Gereja hasil pemekaran dari Jemaat GMIM Maranatha Paslaten iti dinamakan Gereja GMIM Wilken Tomohon.

“Gereja GMIM Wilken saat ini berlokasi di atas Pasar Wilken. Jemaat ini hasil pemekaran dari Jemaat Maranatha Paslaten,” tandas Wali Kota.

Sesuai rencana, kata dia, gereja ini akan ditahbiskan pada hari Minggu 02-02-2020, sekaligus dengan peresmian pastori jemaat dan penerimaan pendeta ketua Jemaat yang baru.

Pandita Nicolaas Philip Wilken yang meninggal pada Tanggal 22 Februari 1878 dan dimakamkan di Kelurahan Talete Tomohon.

Penulis: Prokla Mambo

Editor : Herly Umbas

News Feed