oleh

Bekuk 3 Tersangka, Polisi Buru 2 Lagi Pencuri Emas Rp.7,7 M

Manado, Fajarmanado.com — Kendati tanpa petunjuk di TKP, polisi jajaran Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menyingkap, bahkan sudah menangkap komplotan tersangka pencurian emas dan uang tunai di Toko Emas Subur Langowan Timur, Minahasa yang menghebohkan pada dini pagi 28 Mei 2019 lalu.

Tiga dari kemungkinan lima tersangka sudah berhasil dibekuk di tempat berbeda dalam dua hari terakhir.

Tersangka berinisial CAT (28 tahun) alias Laka ditangkap polisi pada Rabu (10/7/2019) di Manado. Sedangkan GY alias Amay, ditangkap esok paginya, Kamis (11/7) di Gorontalo.

Siang harinya, sekitar pukul 14.45 Wita tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Sulut, Polres Minahasa dan Polres Minahasa Selatan (Minsel) meringkus DK alias David (49 tahun) di wilayah Ranoiapo, Minsel.

Wakatim Resmob Polda Sulut, AKP Sugeng Wahyudi Santoso mengatakan, saat itu tim juga mengamankan mobil sewaan yang digunakan para tersangka saat beraksi.

“Kami mengamankan satu unit mobil Avanza hitam DB 1051 MU beserta STNK,” ujarnya kepada wartawan di Manado.

Mobil sewaan tersangka GY alias Amay ini digunakan DK bersama dua tersangka yang sudah tertangkap, yakni CAT alias Laka dan GY, serta dua tersangka lainnya yang sudah diketahui identitasnya. “Kami terus memburu tersangka lainnya,” tandasnya.

Penangkapan para tersangka pencurian di toko emas Subur milik Halid Musa, di Amongena II Jaga II, Langowan Timur, Minahasa pada akhir Mei silam tersebut bermula dari tersangka CAT alias Laka, pria warga Pakowa, Kota Manado.

Tim Resmob Polda Sulut dipimpin Wakatim, AKP Sugeng Wahyudi Santoso berhasil menangkap Laka di tempat persembunyiannya pada Rabu lalu.

“Tersangka ditangkap di tempat persembunyian, tak jauh dari rumahnya,” ujar Wakatim AKP Sugeng.

Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya, karena berusaha melawan petugas menggunakan senjata tajam jenis pisau badik.

Menurutnya, tersangka merupakan residivis kasus pembunuhan tahun 2008 silam.

“Dalam kasus pencurian ini, peran tersangka adalah membawa kendaraan serta menjual emas hasil curian. Tersangka mendapat upah Rp.130 juta,” jelasnya.

Sementara perempuan berinisial GY alias Amay, warga Taas, Tikala Manado ini, ditangkap di Terminal Dungingi, Gorontalo, Kamis (11/07/2019), sekitar pukul 08.15 Wita.

Peran GY dalam kasus ini adalah mencari mobil sewaan yang digunakan untuk beraksi. “GY juga berperan menjual emas hasil curian,” ujarnya.

GY mendapat upah sebesar Rp 30 juta, emas dan hand phone. “Kami berhasil menyita sejumlah barang bukti dari GY, berupa tiga hand phone, yakni merek Iphone 6, Xiaomi dan Vivo, serta cincin dan anting,” jelas dia.

Seperti diberitakan, atas aksi para tersangka, korban Halid Musa mengaku mengalami kerugian total sekitar Rp 7,7 miliar, karena emas seberat 15 kg dan uang tunai Rp 200 juta yang tersimpan dalam brangkas ludes digasak.

Hal tersebut berdasarkan keterangan korban dalam Laporan Polisi Nomor: LP/41/V/2019/Sulut/Resmin/Polsek Rural Langowan, tanggal 28 Mei 2019.

Wakatim menambahkan, tersangka dijerat pasal 363 KUHP. “Tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain dalam kasus ini. Jadi pihak kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Editor : Herly Umbas

News Feed