oleh

Francky Londa: Manado Kota Doa Manifestasi Sosio Kultural dan Spiritual Masyarakat

Manado, Fajarmanado.com – Pencanangan Manado sebagai Kota Doa, dimana setiap tanggal 1 Bulan berjalan seluruh Rumah Ibadah dibuka bagi warga untuk berdoa, patut disambut dengan sukacita dan ucapan syukur.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (PP KGPM), Gbl. Francky Londa, S.Th, MA, Sabtu (2/2/2019).

“Manado Kota Doa adalah refleksi dan manifestasi dari karakter sosio-kultural dan sosio-spiritual masyarakat Manado. Orang Manado lintas iman adalah masyarakat yang religius, senang beribadah dan rajin berdoa,” ujar Sekum PP KGPM.

Walikota Manado G. S. Vicky Lumentut, saat berdoa di gedung Gereja Jemaat GMIM Elim Malalayang 1 Barat, Jumat (1/2/2019)

 

Dilanjutkannya, Surat Edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Manado Nomor: 044/02/Setdako/87/2019 Tentang Sosialisasi Manado Kota Berdoa, tertanggal 30 Januari 2019, adalah bukti kongkrit bahwa Pemkot Manado menempatkan Allah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab Pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.

Program Manado Kota Doa hendaknya mendorong torang samua untuk memelihara ‘quality time’ dengan Tuhan

“Terlebih hari-hari ini kita sedang menghadapi pergumulan terkait fenomena alam yang begitu ekstrem, begitu pula dengan wabah penyakit DBD. Bahkan ke depan kita akan bergelut dgn realitas dan dinamika politik di tahun demokrasi ini,” ujar Francky Londa.

“Kekuatan iman harus menjadi pilar yang kokoh dalam membangun konstruksi sosial di tengah kehidupan bersama seluruh elemen masyarakat di kota ini. Niscaya program ini berkenan di hadapan Tuhan sehingga kuasa dan kasihNya senantiasa melingkupi kota Manado tercinta,” pungkas Londa.

 

Penulis: Jones Mamitoho

News Feed