oleh

Pengunaan Patwal Dipertanyakan Masyarakat

Ratahan, Fajarmanado.com — Tensi Politik di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kembali meninggi menjelang pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Minahasa Tenggara tahun 2018.

Terkait 4 anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara yang mengunakan patwal saat menuju kantor DPD PDI Perjuangan sulawesi utara (Sulut) mendapat sorotan dari masyarakat.

Ketua LMS Gema Mitra Vidy Ngantung mempertanyakan soal kegunaan mobil patwal yang digunakan untuk mengawal bakal calon anggota Legislative untuk mendaftar di DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut).

“Saya pribadi mempertanyakan kepada pihak kepolisian tentang penggunaan mobil patwal, apakah mobil patwal boleh digunakan untuk mengawal bakal calon legislative,” kata Ngantung.

Lebih lanjut Ngantung mengatakan sesuai dengan protab patwal,mobil pengawalan hanya bisa digunakan untuk pejabat negara bukan mengawal anggota dewan.

” Kami mempertanyakan kepada pihak kepolisian tentang penggunaan mobil patwal,” ujar vidy.

Hal senada juga dikatakan oleh Veppy Rambi salah satu tokoh pemuda kabupaten Minahasa Tenggara mempertanyakan pengunaan mobil pengawal (Patwal).

“Mobil patwal yang digunakan oleh para dewan sudah melanggar aturan,” kata Rambi.

Terpisah kapolres minahasa selatan Winardy prabowo ketika di komfirmasi oleh sejumlah wartawan di sela sela acara rapat paripurna istimewa rabu (23/5/2018 mengatakan saya akan cek dulu.

“Saya akan cek dulu ke anggota,” tegas prabowo.

Penulis : Didi Gara

News Feed