oleh

Wow..! Temui Ivansa, Ini Kata Oma 92 Tahun Ini

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Margo Masengi, oma 92 tahun ini nekad menemui Ivan SJ Sarundajang (Ivansa), Calon Bupati Minahasa 2018-2023 yang diusung Partai Golkar, NasDem dan PKP Indonesia ini.

Oma Ko, sapaan akrab mantan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kinali, Kecamatan Kawangkoan pada dekade tahun 1970-an ini datang khusus menemui Ivan, sapaan akrab putra sulung Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) untuk memberikan support.

“Semoga Ivan direstui Tuhan menjadi Bupati (Minahasa),” kata Oma Ko, panggilan akrab wanita renta yang segera genap 93 tahun pada 3 Mei 2018 depan ini.

Pemandangan mengharukan itu tersaji seusai Ivansa dan Careig Naichel Runtu SIP (CNR), pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada Minahasa 2018 ini membuka Rapat Teknis Tim Pemenangan Ivansa-CNR di Wale Palelon, Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan Utara, Jumat (16/3/2018) malam.

Saat itu, Ivansa dan CNR, tengah disibukkan meladeni permintaan foto bersama atau selfie ria dari para pendukung dan simpatisan ketika turun dari panggung pimpinan acara dan hendak meninggalkan lokasi rapat teknis.

Di tengah kesibukan itulah, tiba-tiba Oma Ko, dituntun Jetje Masengi, salahsatu keponakannya,  terlihat berjalan tertatih-tatih dari bagian depan Wale Palelon, yang terletak disamping kanan Bank BNI Cabang Kawangkoan Jalan BW Lapian Kawangkoan.

Perlahan tapi pasti, ke dua wanita itu menerobos masuk di antara massa yang menjubeli dan mensesaki akses masuk  ke bagian depan ruang pertemuan, kemudian mendekat dan langsung menyapa dan berjabat tangan dengan Ivansa, yang saat itu masih berada di bagian depan meja pimpinan acara.

Adoh.. Oma, kiapa harus sibuk-sibuk datang ke sini so jam begini, le komang. Terima kasih oma, makase atas dukungannya,” komentar Ivansa sambil meraih tangan dan pundak, selanjutnya dan memeluk dan mencium Oma Ko.

Melihat pemandangan ini, orang-orang yang sudah berada didekat Ivansa, bagai dikomando mengurungkan niat, menepi dan membiarkan Ivansa ‘bercengkrama’ dengan Oma Ko. “Semoga Ivan, atas restu Tuhan bisa memimpin Minahasa,” imbuh wanita, yang masih aktif berdagang beras di Pasar Kawangkoan ini.

Ivansa memang dikenal dekat dan akrab dengan para lanjut usia (Lansia). Sebagai Ketua Korda Lansia Minahasa, selama mengemban tugas sebagai Wakil Bupati (Wabup) Minahasa 2013-2018, Ivansa banyak memberikan perhatian khusus kepada Lansia. Tak heran, setiap digelar pertemuan, tak terkecuali di ruang terbuka, massa Lansia terus saja berjubel.

“Saya sangat menghormati Lansia. Makanya, sebagai anak muda, saya siap menuntun Lansia di masa tua mereka. Kita sebagai generasi muda berkewajiban menuntun Lansia karena fisik mereka harus diakui sudah jauh menurun dibanding anak-anak muda,” kata Ivansa kepada Fajarmanado.com seusai rapat teknis tim pemenangan Ivansa-CNR yang dipimpin duet, Ketua Eric Mingkid SH MH dan Drs Viktor Rompas MSi.

Ivansa menunjuk kedatangan Oma Ko, menjelang malam itu, sebagai contoh kecil. “Lihat saja, Oma Ko tidak bisa datang sendiri. Beliau (harus) dituntun atau diantar oleh seorang keponakannya yang jauh lebih muda,” ujarnya.

Meski demikian, Ivansa mengakui jika Lansia memiliki segudang pengalaman yang praktis ada yang belum dialami para generasi muda. “Itu benar sekali. Makanya, Lansia layak kita generasi muda jadikan sebagai penasehat apabila benar-benar diperlukan,” katanya.

Jika Tuhan perkenankan memimpin Minahasa, lanjut dia, Ivansa-CNR tidak akan egois menggunakan pemikiran sendiri. Sebagai Bupati dan Wakil Bupati, Ivansa-CNR, tandasnya, akan senantiasa membuka ruang penyaluran aspirasi dari masyarakat dan stakeholder terkait, termasuk dari orang-orang yang lebih tua dan Lansia.

“Kami akan datang bertanya dan minta masukan masyarakat, apa yang mendesak yang rakyat butuhkan. Makanya, penyusunan APBD setiap tahun nanti akan kami libatkan semua stakeholder terkait, apa saja yang sangat mereka butuhkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ungkapnya.

Namun demikian, Ivansa mengakui bahwa tidak semua permintaan, harapan dan dambaan dari segenap lapisan masyarakat yang dapat langsung diakomodir dalam APBD setiap tahun berjalan. “Kita lihat skala prioritas, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia setiap tahun,” jelas Ivansa.

Ivansa mengatakan, alokasi dana APBD 2018 jauh meningkat dibanding APBD di bawah tahun 2013, yang hanya sekitar Rp700 miliar menjadi hampir Rp1,3 triliun pada 2018 ini. Belum lagi dana desa (Dandes) yang sudah ada yang mencapai Rp1 miliar satu desa.

“Untuk itulah, pembangunan infrastruktur di Minahasa selama kepemimpinan Pak JWS dan saya semakin terlihat,” katanya sambil mengungkapkan harapannya agar sampai akhir masa jabatan Ivansa-CNR apabila dipercayakan rakyat memimpin Minahasa 2018-2023, APBD akan menembus angka Rp2 triliun.

Penulis: Herly Umbas

News Feed