oleh

Tinangon Ingatkan Data Pemilih Harus Vital Demi Sukses Pilkada

Tondano, Fajarmanado.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon menatakan, pemutakhiran data Pemilu adalah hal yang sangat vital. Kegagalan dalam pemutakhiran data pemilih merupakan kegagalan Pemilu, termasuk Pilkada karena tidak mampu mengakomodir hak kedaulatan rakyat.

Tinangon mengungkapkan hal tersebut dalam  Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018 yang dilaksanakan di Gran Puri Hotel Manado selang 13-14 Desember 2017.

“Jadi data harus yang up to date dan valid, karna akan bepengaruh pada tahapan selanjutnya. Dan juga akan berpengaruh pada divisi yang lain, yaitu anggaran dan logistik, karana Pemutakhiran data menentukan banyaknya pencetakkan surat suara pada Pemilu nantinya,” ujar Tinangon, Jumat (13/12/2017), siang tadi.

Tiangon mengingatkan, jika data tidak valid akan sangat berpengaruh pada teknis pemilihan, logistik menjadi terganggu, dan akan dilaksanakan pungut hitung, efeknya berimbas kepada divisi hukum sehingga bermasalah hukum.

Kenapa akan berimbas ke masalah hukum, lanjut dia, karena apabila ada yang punya hak pilih tapi tidak terdata, maka pasti akan ada komplain dari yang bersangkutan, dan berpengaruh pada sosialisasi dan partisapasi pemilih. Selain itu, juga berpengaruh pada prosentase yang menggunakan hak pilih. Lagi pula, jika Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak valid, maka sangat berpengaruh pada proses pemilihan.

“Untuk itulah, jangan sampai jika ternyata ada yang sudah lama meninggal, tapi masih terdata sebagai pemilih, dan sebaliknya punya hak memilih tapi tidak terdata, inilah tugas kita khususnya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mendata sesuai data yang ada di lapangan,” jelasnya.

Tinangon juga meminta kepada PPK yang hadir dalam kegiatan ini untuk fokus mengikuti materi karena pentingnya Pemutakhiran data. Dan apabila ada potensi permasalahan dalam lapangan untuk pemutakhiran data, maka akan dilakukan diskusi bersama saat kegiatan ini berlangsung.

Masih menurut Tinangon, bahwa akan dilakukan Pemutakhiran data berkelanjutan, dan pihak KPU Minahasa akan melakukan terobosan, melakukan program tanpa anggaran, tapi berpengaruh pada akselerasi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih),

“Kami telah melakukan terobosan yang dilaksanakan di lima (5) Desa, yaitu desa Tikela, Rinegetan, Paso, Amongena dan Uner, dan dari data yang kami dapat hampir seribu tidak memenuhi syarat, yang seharusnya tidak terdata, tapi masih terdata. Nah! inilah tugas kita bersama untuk mendata dengan benar,” Tegasnya.

Tinangon juga meminta kepada PPK dan PPS, untuk bertugas mendata penduduk, serta mendata pemilih yang tidak memenuhi syarat, dan yang terpenting menurutnya, adalah masyarakat diminta untuk melakukan perekaman KTP Elektronik sebagai syarat masuk sebagai Pemilih.

“Untuk membantu tugas PPK dan PPS maka akan dibentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan direkrut pada akhir bulan desember dan awal bulan januari,” Pungkas Tinangon.

Penulis: Fiser Wakulu

News Feed