oleh

FPSL 2017 Event Mengoptimalkan Potensi Daerah

Bitung, Fajarmanado.com – Event tahunan Kota Bitung Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2017, adalah moment strategis bagi Pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan segenap potensi daerah demi peningkatan ekonomi masyarakat serta kemajuan bersama. 

“Lewat moment event FPSL 2017, selain memiliki Side Effects bagi penigkatan ekonomi kreatif masyarakat, diharapkan akan lebih mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kota Bitung untuk menopang pembangunan di Kota yang kita cintai,” kata Jenly Wior, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (Kabid PIAK) Disdukcapim  Kota Bitung, Sabtu (07/10/2017), usai lomba Lari 10 K.

Wior, lulusan Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (FPK Unsrat) jurusan Sosial Ekonomi (Sosek), menambahkan pasca kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan ekonomi Kota Bitung sempat terpuruk. Strategi event FPSL yang mengoptimalkan potensi pariwisata akan berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif masyarakat dan potensi-potensi daerah Kota Bitung.

Ajang pariwisata dunia ini, lanjut dia, tentunya akan memilik pengaruh besar bagi perekonomian di Kota Cakalang. Moment event FPSL 2017 harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak dalam konteks peningkatan ekonomi dan semua potensi lokal, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA).

“Di sisi lain, Colorful Bitung jargon yang diangkat dalam event FPSL 2017, memiliki makna yang dalam. Dimana Bitung sebagai Kota serba dimensi dengan multi etnis, agama dan budaya adalah sebuah ‘kekayaan’ yang menjadi modal sekaligus potensi besar untuk peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wior, istri dari Eduard Monangin, SPi, yang memulai karir sebagai PNS di Kota Bitung pada tahun 2000.

Ibu dari Diva, Eghy dan Clarissa menambahkan, peran aktif dari semua elemen masyarakat Kota Bitung yang bersinergi dengan pihak Pemerintah, menunjang program pembangunan nasional, akan memiliki pengaruh besar dalam membangun ekonomi kerakyatan di era kompetisi global.

Derasnya arus kompetisi global saat ini, menuntut profesionalisme kerja disegala bidang, yang tentunya harus diimbangi dengan bagaiman masyarakat busa mengoptimalkan potensi diri untuk masuk dalam pusaran arus persaingan.

“Hal ini sangat penting dalam menjawab tantangan di era kompetisi global sehingga masyarakat Kota Bitung tidak akan ‘tersingkirkan’ atau menjadi ‘penonton’ bahkan menjadi ‘budak’ di rumah sendiri, Kota Bitung. Tetapi sebaliknya, masyarakat menjadi pelaku utama dalam membangun Kota tercinta,” ujarnya.

Moment FPSL 2017, lanjut dia, bisa juga menjadi cermin untuk melihat sejauh mana semua elemen masyarakat mengoptimalkan potensi yang ada demi kemajuan bersama dan juga kesejahteraan masyarakat menuju Bitung hebat.

Penulis : Jones Mamitoho

News Feed