IvanSa Ajak Masyarakat Awasi Distribusi LPG 3 Kg
Ivan Sarundajang

Berantas Eceng Gondok, Ivansa Sebut Ciptakan Lapangan Kerja

Tondano, Fajarmanado.com — Eceng gondok diprediksi akan menjadi salahsatu isu sentral bahan kampanye Pilkada 2018 di Pilkada Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Tanaman gulma yang terus mengancam usaha perikanan air tawar di Danau Tondano ini tak kunjung tuntas ditangani pemerintah.

Kendati terus dijual sebagai salahsatu destinasi wisata, namun Pemerintah Kabupaten Minahasa belum berhasil menghalau, apalagi mengurasi perkembangan eceng gondok. Bahkan kapal pengangkat eceng gondok yang didatangkan PT PLN (Pesero) dan pemerintah pusat belum banyak berperan.

Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang SE tak menampik kebenaran ini. “Soal eceng gondok memang harus disikapi serius. Kalau kita biarkan, akan terus mengganggu ekononi nelayan,  usaha budidaya ikan Mujair melalui Karamba dan penurunan debit air DAS Tondano untuk PLTA Tanggari,” kata Ivansa, sapaan familiar.

Politisi muda yang memastikan maju sebagai calon Bupati Minahasa periode 2018-2023 ini pun menegaskan tak sependapat dengan program pengangkatan eceng gondok dengan kapal khusus.

“Saya adalah orang yang tidak setuju dengan menggunskan kapal atau apapun namanya untuk memberantas eceng gondok di Danau Tondano. Harganya saja sudah 20-an miliar, belum biaya bahan bakar, operator dan maintenancenya, total bisa mencapai sekitar 30 miliar,” paparnya.

“Anggap saja alat itu berhasil mengangkat semua eceng gondok di danau tapi bagaimana selanjutnya, apakah alat itu dibiarkan begitu saja. Kalau toch standby untuk mengangkat kembali eceng gondok yang tumbuh berarti harus dirawat. Jadi tetap saja butuh dana, dari mana,” sambung dia.

Ivansa yang memastikan diri berpasangan dengan Careig Naichel Runtu SIP (CNR) pada Pilkada 2018 ini, menyatakan akan lebih  menciptakan multiplier effect apabila penanganan eceng gondok dilakukan dengan program padat karya.

“Kita berdayakan dan libatkan langsung masyarakat mengangkat eceng gondok itu. Bayangkan saja, berapa tenaga kerja yang akan terserap dengan dana 20-an miliar itu. Jadi, selain kita menangani masalah eceng gondok, kita juga memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat,” jelas politisi PDI Perjuangan ini ketika menjawab pertanyaan Tim 7 Partai Demokrat Sulut, baru-baru ini.

Seperti diketahui, Ivasa-CNR mendaftarkan diri di Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Hanura dan PKP Indonesia untuk bertarung di ajang Pilkada Minahasa 2018.

Pasangan yang mengusung jargon Bersatu (Bersama Sarundajang Runtu) ini telah mendapatkan SK DPP Partai Golkar dan DPN PKP Indonesia. “SK dari empat partai lainnya masih sementara berproses,” ujar juru bicara Ivansa-CNR, Febry FH Suoth SSos, yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Minahasa.

Penulis : Fiser Wakulu

Editor    : Herly Umbas