Proyek Pelebaran Jalan Kali-Koka Tuai Kekecewaan Warga

Proyek Pelebaran Jalan Kali-Koka Tuai Kekecewaan Warga

Tondano, Fajarmanado.com – Masyarakat pemilik lahan di ruas jalan Koka-Kali, Kecamatan Pineleng, Minahasa menyatakan kecewa dengan sikap Pemkab Minahasa. Pasalnya, pekerjaan pelebaran jalannya brlum kunjung dilakukan padahal  mereka telah menebang pohon-pohon potensial seperti kelapa, cengkih dan pala.

Sesuai permintaan dan arahan instansi terkait, penebangan pohon-pohon yang masuk kawasan pelebaran jalan sudah dilakukan para pemilik kebun namun pekerjaan pengaspalan tak kunjung dilakukan.

“Kalau kami tahu belum akan diaspal, kami belum memotong pohon-pohon yang potensial supaya hasilnya masih bisa kami nikmati untuk kebutuhan hidup,” ujar salah satu warga Desa Kali Kecamatan Pineleng.

Anggota DPRD Kabupaten Minahasa yakni Fentje Sambow tak menampik keluhan warga tersebut. “Warga di wilayah tersebut sempat beberapa kali bertanya kepada saya terkait kelanjutan pekerjaan proyek tersebut,” ujar Sambow.

Lanjutnya, dirinya sangat setuju dengan komentar dari warga yang kebunnya dilalui ruas jalan Koka-Kali. “Kalau memang pekerjaannya belum tahu kapan, kan warga belum memotong tanaman mereka supaya masih bisa menghasilkan. Kalau situasinya seperti ini, kan muncul penyesalan. Apalagi pohon uang ditebang adalah pohon-pohon produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Minahasa, Ir John Kusoy MT ketika dimintai keterangannya membantah pernyataan warga.

Menurutnya, Dinas PUTR tidak pernah meminta atau menyuruh warga untuk memotong pohon. Sehingga soal tersebut adalah keinginan  sendiri dari warga bukan pihaknya selaku instansi terkait.

Sedangkan terkait pelebaran jalan dikatakan Kusoy sebenarnya sudah tuntas prosesnya. Namun kini pihaknya belum melakukan pengaspalan terhadap jalan yang sudah dilebarkan itu.

“Untuk pelebaran sudah tuntas, tinggal mengaspal saja. Itupun belum dilakukan karena masih menunggu proses pembuatan jembatan di ruas jalan yang menghubungan dua desa itu,” jelas Kusoy

Penulis : Fiser Wakulu