Kapolres Berganti, GMNI Harap Tetap Konsisten Berantas Korupsil
Mikson Wakulu

Kapolres Berganti, GMNI Harap Tetap Konsisten Berantas Korupsi

Tondano, Fajarmanado.com – Tampuk kepemimpinan di Polres Minahasa telah berganti. Saat ini tinggal menunggu serah terima dari Kapolres sebelumnya yakni AKBP Syamsubair ke AKBP Chris Pusung.

Syamsubair sendiri mengatakan bahwa jadwal serah terima jabatan (Sertijab) tinggal menunggu petunjuk dari Polda Sulut. “Kalau jadwal Sertijab, kami masih menunggu petunjuk dari Polda Sulut,” ujar Syamsubair kepada sejumlah wartawan di Tondano, Selasa (12/09/2017).

Syamsubair ‘mewariskan’ sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang disayangkan jika tidak diselesaikan oleh penggantinya. Pasalnya dalam PR tersebut, ada juga beberapa kasus korupsi yang telah merugikan negara dengan nominal uang yang tidak sedikit.

Belum lagi dugaan penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang saat ini ramai diperbincangkan masyarakat di seantero Tanah Toar-Lumimuut.

Oleh karena itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Minahasa berharap agar komitmen pemberantasan korupsi yang tengah dalam penyelidikan dan penyidik kepolisian Polres Minahasa jangan sampai berhenti.

Ketua GMNI Kabupaten Minahasa, Bung Mikson Wakulu SPd mengatakan, siapa pun pemimpinnya, Polres Minahasa harus tetap konsisten apa yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya. “Kredibilitas polisi sementara naik daun dan dipercayakan masyarakat, jadi sayang kalau diabaikan,” katanya.

Menurut Mikson, sejauh ini polisi senantiasa membangun kepercayaan masyarakat, terutama dalam menangani kasus tindak pidana korupsi (Tipidkor) yang sempat kendor.

Sebelum Kanit Tipidkor Polres Minahasa dijabat oleh Bripka Zulfikri Darwis SH,  kata dia, kredibilitas Polres Minahasa meredup.

“Kepercayaan masyarakat yang sementara menanjak ini supaya terus dilanjutkan, jangan dikendorkan. Karena, untuk membangun hal ini sangat sulit. Kami sangat mengapresiasi langkah Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair dalam menindak kasus yang berbau korupsi dengan ujung tombak Bripka Zulfikri Darwis SH,” ujar Wakulu, Selasa (12/09/2017), siang tadi.

Konsistensi ini, katanya, harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Polisi mesti lebih garang, jangan sampai penggantian pimpinan di tubuh Polres Minahasa akan meredupkan komitmen dan kepercayaan masyarakat yang mulai tumbuh.

“Tentu masyarakat akan membanding-bandingkan kinerja Kapolres baru dengan Kapolres lama. Mudah-mudahan penilaian yang akan muncul dari masyarakat adalah hal yang positif,” papar Mikson, aktivis yang telah malang melintang di panggung unjuk rasa menyuarakan kepentingan umum ini.

Penulis : Fiser Wakulu