oleh

Astaga…! Terminal Tatelu di Minut Terbengkalai

Airmadidi, Fajarmanado.com — Anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Minahasa Utara (Minut) Edwin Nelwan menungkapkan, saat ini masyarakat yang berada di wilayah Desa Tatelu Kecamatan Dimembe sangat merindukan pengaktifan kembali terminal Tatelu yang sudah dibiarkan terbengkalai.

Menurut Nelwan, wilayah yang menjadi tempat Daerah pemilihan (Dapil) saat dirinya mencalonkan diri sebagai anggota Dekab Minut, kerap melontarkan keinginan tersebut saat mengikuti reses dewan.

“Sudah berapa kali mereka menyampaikan hal itu saat saya mengadakan reses. Bahkan bukan hanya warga Tatelu, tapi juga masyarakat Talawaan. Mereka meminta agar Pemerintah kabupaten segera menyelesaikan penataan kembali  terminal Tatelu yang sejak lama sudah tidak difungsikan lagi,” tutur Nelwan kepada Fajarmanado.com di Airmadidi, Selasa (23/05/2017)

Menurut Nelwan, jika terminal tersebut tak diaktifkan dan dirampungkan maka bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah. Menurutnya, bakal muncul dugaan kalau proyek pembangunan terminal tak melalui studi kelayakan yang komprehensif sehingga hanya membuang anggaran pemerintah dengan percuma.

“Karena itu instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Minut harus berupaya keras agar terminal tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” terang Nelwan.

Ditambahkan Nelwan, dengan diaktifkan dan dirampungkannya terminal Tatelu maka izin trayek-trayek angkutan umum dari dan menuju terminal itu akan juga aktif. “Itu berarti sejumlah daerah yang selama ini terisolasi seperti Desa Klabat juga akan lebih mudah dijangkau,” jelas Nelwan.

Selain itu, Nelwan juga menjelaskan, masyarakat khususnya yang memiliki anak yang bersekolah di SMPN Dimembe di Tatelu dan SMAN Dimembe di Desa Laikit sangat mendambakan ada bus sekolah untuk melayani transportasi para siswa.

“Selama ini menurut penyampaian mereka, banyak siswa yang sekolah di SMPN Dimembe atau SMAN Dimembe dari desa-desa lain kerap memilih menumpang mobil angkutan pasir atau kelapa untuk tiba di sekolah. Terus terang, ini sangat berbahaya bagi mereka,” beber Nelwan.

Ia menambahkan, dengan manambahkan bus sekolah, bisa membantu untuk memobilisasi anak-anak sekolah yang berdomisili di Desa Laikit, Dimembe, Lumpias, Wangurer, Wasian, Tetey, Paniki, dan Klabat.

(udi)

News Feed