Tondano, Fajarmanado.com – Operasi Patuh 2017, yang digelar secara nasional selang 14 hari selang 9–22 Mei, hari ini, berhasil menjaring 430 pelanggaran lalu lintas (Lalin) di wilayah Polres Minahasa. Operasi yang melibatkan Kodim 1302 dan Dinas Perhubungan Minahasa ini, paling banyak menjaring kelompok pelanggar yang masih berusia remaja.
Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Ruddy Repi mengatakan, sampai berakhirnya pelaksanaan operasi Lalin terpusat di wilayah Polres Minahasa, tercatat terjaring 430 pelanggaran.
“Angka 430 itu terdiri dari roda dua maupun roda empat ke atas. Pelanggarannya pun berbagai macam, seperti tidak memakai helm, kelengkapan surat-surat kendaraan, tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), kendaraan memakai knalpot racing, serta sepeda motor yang tidak memasang kaca spion,” jelas Repi kepada Fajarmanado.com di di sela berlangsungnya operasi siang tadi, di Tondano.
Dalam operasi ini, lanjut dia, tindakan hukum langsung dikenakan kepada setiap pelanggar Lalin sesuai ketentuan yang berlaku. Selain melakukan penilangan, juga penyitaan kendaraan bermotor (Ranmor) yang tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.
Langkah penindakan ini, kata Repi, tak lain adalah untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran Lalin di wilayah hukum Polres Minahasa.
“Sesuai dengan data yang ada, pelanggaran memang didominasi oleh kendaraan roda dua yang dikendarai oleh para remaja dengan usia antara 15-25 tahun. Mereka kebanyakan yang tidak memakai helm dan tidak lengkap surat,” jelasnya.
Untuk itu, Repi berharap supaya orang tua rajin memberikan pembinan kepada anak yang masih di bawah umur supaya jangan dulu diberikan kebebasan berkendara. Apalagi tingkat emosional dari para remaja masih sangat labil.
“Efek dari pelanggaran Lalin adalah kecelakaan. Karena itu, orang tua harus tegas supaya anaknya terhindar dari potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tentu sangat merugikan diri mereka sendiri. Kita tahu bersama, emosi para remaja masih sangat labil dan gampang terpancing untuk ikut kebut-kebutan di jalan. Inilah yang harus kita hindari,” pungkasnya.
(fis)

