Manado, Fajarmanado.com -Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan simulasi Computer Assisted Test (CAT), Rabu (26/04/2017). Simulasi yang difasilitasi oleh BKN Regional XI Manado ini diberikan kepada 790 calon praja (Capra) IPDN 2017 yang segera mengikuti seleksi tes kemampuan dasar (TKD).
Kepala BKD Sulut DR Femmy J Suluh MSi mengatakan, simulasidilaksanakan untuk mempersiapkan dan memberikan pemahaman mengenai mekanisme atau tata cara mengikuti tes menggunakan CAT kepada calon peserta TKD nantinya tidak gugup.
“Perlu ada simulasi mengingat ada beberapa pemahaman mengenai mekanisme mengikuti tes CAT ini. BKN Regional pun mensuport dan ikut menfasilitasi agar pada tes paten nanti peserta tidak canggung lagi karena sudah mengerti cara mengoperasikan perangkat pendukung yang ada,” terang Suluh.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 790 Capra yang lulus seleksi administrasi diwajibkan mengikuti tes kompetensi dasar menggunakan sistem CAT pada tanggal 15 sampai 21 Mei 2017 mendatang.
“CAT sendiri merupakan suatu metode seleksi dengan bantuan computer, sehingga menjamin transparansi hasil TKD. Setiap peserta mendapat soal yang berbeda, meskipun duduknya berdampingan. Setelah selesai mengerjakan soal, peserta tes termasuk pemantau di luar ruangan tes dapat langsung mengetahui hasilnya secara real time,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala BKD Pemprov Sulut bersama Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN Dra. Roosye Kalangi memberikan pembekalan kepada seluruh capra IPDN yang lulus seleksi administrasi. “Iya, memang sebelumnya ada pembekalan yang tentunya wajib dilakukan,” katanya.
Suluh menekankan bahwa Pemprov Sulut melalui BKD akan memberikan pendampingan kepada Capra hingga tes akhir nanti di Jatinangor sehingga diharapkan 47 kuota yang ditetapkan pemerintah pusat dapat terpenuhi.
“Sudah menjadi komitmen dari Pimpinan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional termasuk di dalamnya memenuhi kebutuhan kader pamong praja ke depan maka pendampingan akan dilakukan oleh BKD,” paparnya.
Seperti diketahui, seleksi masuk IPDN melalui tiga tahap. Yakni, TKD, psikotes dan tes kesehatan, termasuk di dalamnya, kesamaptaan atau olah raga. Mereka yang lolos seleksi di tingkat provinsi, kembali akan mengikuti tes kesehatan termasuk kesamaptaan di Kampus Induk IPDN, Sumedang, Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.
(ton)

