Ratahan, Fajarmanado.com – Sejumlah kalangan dan masyarakat masih manaruh harapan, James Sumendap dan Ronald Kandoli (JS-RK) kembali berpasangan melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada Pemilihan Kepalah Daerah (Pilkada) 2018 nanti.
Yang menjadi pertanyaannya, mungkinkah terwujud?
Pasalnya JS-RK sempat terlihat tidak harmonis beberapa waktu lalu.
Selain itu sikap internal partai juga berpengaruh besar, sebab PDI Perjuangan Mitra bulat suara, kader tulen yang harus mendampingi James Sumendap.
Menurut pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka, kembali terlihat mulai ‘lengket’ jelang tahapan Pilkada tidak menutup kemungkinan jika JS-RK akan diusung partai PDI Perjuangan pada Pilkada serentak 2018 nanti.
“Walau pun peluangnya kecil, namun ada kemungkinan bagi mereka untuk kembali berduet,” ungkap Tumbelaka kepada sejumlah wartawan.
Lanjutnya, popularitas RK pun jauh ditinggalkan dengan sejumlah nama yang digadang-gadang bakal mendampingi JS.
Contohnya saja salah satu kader PDIP yang juga Ketua DPRD Mitra Tavif Watuseke, mendapat dukungan penuh dari pengurus PDIP mulai dari DPC, PAC, hingga Ranting, popularitasnya kian naik.
Ada juga kader partai yang tidak kalah pentingnya, yaitu Sekretaris PDIP Mitra Samuel Montolalu, dan Vocke Ompi yang juga masuk dalam bursa calon Wakil Bupati.
“Popularitas sudah jauh tertinggal, diungguli Watuseke dan montolalu, Selain itu jika dilakukan voting, RK terancam ‘kalah’ di internal PDIP karena dirinya terlihat tidak begitu harmonis dengan pengurus partai,” jelasnya.
Dikatakannya juga, secara mendasar ada faktor yang membuat James Sumendap mungkin tidak lagi memilih Ronald kandoli sebagai pasangannya.
“Tak perlu saya menyebutkan faktor apa itu, kalian sebagai (wartawanlah, red) yang mengetahuinya. Pada intinya ini antara hati atau perasaan,” ujarnya dengan senyuman.
Dirinya juga memprediksi, hanya ada dua kemungkinan yang bakal terjadi jika keputusan politik diserahkan sepenuhnya ke James Sumendap untuk menentukan pasangannya.
“Kemungkinan JS akan melihat siapa lawannya nanti pada pilkada, lalu menentukan sikap, yang pertama memilih dari kader partai, ke dua memilih pasangan dari luar partai PDIP,” pungkasnya.
(geri)

