13 Pekerja Tambang Masih Hidup

13 Pekerja Tambang Masih Hidup

Tatelu, Fajarmanado.com – Pekerja tambang yang tertimbun reruntuhan tanah di kedalaman 42 meter, Kamis (13/04), hingga kini dinyatakan masih hidup.

Upaya evakuasi yang dilakukan rekan-rekan kerja korban masih terus dilakukan.

Camat Dimembe Marco Karompong, SPT didampingi Hukum Tua Tatelu, John RD Lausan, memastikan ke 13 korban yang terjebak di dalam lobang galian tambang masih hidup.

Camat Dimembe Marco Karompong, SPT didampingi Hukum Tua Tatelu, John RD Lausan,

“Kejadian tadi sekitar jam 16.00 Wita. Mereka semua madih hidup,” jelas Karompong yang turut juga dibenarkan Lausang.

Hingga kini, rekan-rekan korban mengeruk bagian samping reruntuhan untuk membuka jalan.

Sebanyak 3 orang rekan korban turun di kedalaman 42 meter untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Minahasa Utara AKBP Eko Irianto SIK yang masih berada di lokasi menyatakan ke 13 korban dinyatakan masih hidup.

“Teman-teman kita yang dibawah masih hidup. Upaya terus dilakukan. Mari kita doakan bersama,” jelas Kapolres.

Sementara itu salah seorang rekan korban, Agus, yang ikut melakukan evakuasi dengan turun ke kedalaman 42 meter, menjelaskan kondisi rekan-rekannya dibawah dalam keadaan baik.

“Kondisi mereka baik. Kita terus lakukan penggalian untuk jalan keluar mereka. Penggalian kita lakukan lewat posisi samping jalan utama yang tertutup reruntuhan tanah,” jelas Agus yang sama-sama berasal dari Tasikmalaya.

Membuka jalan lewat samping, lanjutnya, melalui bekas galian orang lebih aman daripada kita menggali reruntuhan tanah di jalan utama.

Tadi kita juga sudah berikan makanan dan minuman buat mereka, tambah Agus.

Saat berita ini ditayangkan, tim evakuasi dari sesama rekan kerja korban masih terus melakukan penggalian.

Tampak juga tim Basarnas dan tim PMI sudah bersiaga di lokasi.

“Sudah terbuka lobang 1 meter, tinggal 1 meter lagi,” kunci Agus.

(mon)