oleh

Bujangan Tua Menggegerkan Kota Kawangkoan

Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com –Johny Rambi, bujangan tua warga Lingkungan 4, Kelurahan Talikuran Barat, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa menggegerkan warga bendar Kota Kawangkoan, Senin (10/04), petang tadi.

Pria 40 tahun ini ditemukan ibu kandungnya, Antji Pioh tak bernyawa tergantung pada seutas tali di kamar tidur sekitar pukul 16.00 Wita. Tali nilon yang terikat melilit di leher, dipastikan menjadi penyebab kematian pria nekad yang sehari-hari dikenal berprofesi sebagai tukang ojek ini.

Ketika pulang sedari mengais rejeki siang itu, John, sapaan akrab lelaki yang dikenal pendiam oleh warga sekitar ini, tidak menunjukkan tanda-tanda hendak mengakhiri hidupnya. Korban merebahkan diri di kasur di atas lantai ruang tamu menonton televisi sambil menikmati rokok seusai makan siang.

“Nyanda ada tanda-tanda kalu dia mo bunuh diri,” komentar Oma Antji, ibu kandung korban. Wanita ubanan ini pun beranjak membersihkan halaman depan rumahnya yang cukup luas.

Baca Juga :  Mengenaskan, Pria Sonder Akhiri Hidup di Kandang Babi

Usai mencangkul, wanita yang telah ditinggal mati suaminya ini, kembali masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu, tempat anak ke tiga dari empat bersaudara ini menonton, korban tak terlihat. Begitu pun di dapur.

Betapa terkejutnya, Oma Antji saat mendorong pintu kamar depan dan melihat John telah meregang nyawa tergantung pada seutas tali, yang diikat pada rangka atap kamar yang tak berplafon itu. Di samping kiri dan belakang korban, telah menumpuk berbagai jenis barang yang diduga menjadi pijakannya saat mengikatkan tali di rangka atap.

Belum diketahui persis apa yang memicu emosi korban sehingga nekad mengakhiri hidupnya. Namun, menurut Lurah Talikuran Barat Altje Nayoan, SE, korban dikenal sebagai pria pendiam dan pemalu.

Sementara, informasi yang dihimpun Fajarmanado.com di tempat kejadian perkara (TKP), belakangan korban kerap mengeluh malu beberapa kali dipanggil untuk mendampingi ibu kandungnya menghadapi ‘gugatan’ atas pemilikan tanah kebun lokasi galian C milik orang tuanya di depan pemerintah setempat.

Baca Juga :  Mengenaskan, Pria Sonder Akhiri Hidup di Kandang Babi

Bahkan, karena merasa malu, korban sempat mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidupnya. “Persoalan itu, sebenarnya sudah selesai. Saya pun sempat menguatkan korban dan ibunya kalau merekalah yang memiliki bukti kuat kepemilikan atas tanah itu,” ujar Lurah Nayoan.

Sementara itu, Kapolsek Kawangkoan, Iptu Dartha Bambang Daipaha mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban bunuh diri. “Kami sementara mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Kapolsek saat ditemui di TKP.

Jasad korban sendiri telah ditangani pihak Puskesmas Kawangkoan untuk kepentingan otopsi sekitar pukul 17.30 Wita tadi. Sementara warga setempat, langsung bergerak dan secara mapalus mendirikan bangsal duka di halaman depan rumah korban.

(ely)

News Feed