Mereka juga menilai, kehadiran perusahaan perkebunan kelapa itu, secara langsung telah menambah geliat perekonomian di Bolmong.
“Kontribusinya bagi pendapatan asli daerah (PAD) sangat jelas. Kontribusinya untuk perekonomian warga juga sangat kami rasakan,” jelas Koordinator aksi, William Darea melalui sambungan seluler kepada Fajarmanado.com pekan lalu.
“Tindakan yang dilakukan Abner dan kelompoknya sudah sangat mengganggu ketenangan warga desa Tiberias,” katanya.
Abner dan kelompoknya sudah melibatkan orang-orang dari luar Bolmong dengan mengatasnamakan warga desa Tiberias untuk mendukung tujuan pribadinya.
“Kami temukan ada warga dengan KTP Manado, ada KTP Tobelo dan daerah lainnya di luar Bolmong, yang di libatkan Abner Patras dengan mengatasnamakan warga desa Tiberias, untuk mendukung kepentingannya,” beber Darea.
Dari informasi yang di terima media ini, terindikasi ada oknum yang mengaku aktivis dari sebuah LSM yang pernah mendukung aksi Abner cs di lokasi HGU perusahaan, telah menghubungi penasehat hukum perusahaan dengan meminta imbalan jasa berupa sejumlah uang atas di tariknya dukungan pihaknya terhadap Abner cs.
Saat hal ini di konfirmasi melalui sambungan seluler, penasehat hukum perusahaan secara tersirat tidak menampik kabar yang diterima wartawan ini.
“Kalau yang menghubungi kami selama ini dengan mengatasnamakan LSM atau perorangan sangat banyak. Ada yang mendukung kami, tapi tidak bicara uang, kami hargai sikap mereka. Ada juga yang awalnya tidak mendukung perusahaan, tapi malah mengisyaratkan meminta sejumlah uang, kami hargai sikap mereka. Semua pembicaraan, baik lewat telepon dan surat menyurat kami catat dan rekam pak, baik yang mendukung sejak awal maupun yang tidak mendukung. Sudah yah, saya lagi sidang,” tutup Simanjuntak.
(mon)

