Manado, Fajarmanado.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado berharap wisata kuliner agar mampu memperkuat perekonomian di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.
“Kami mendorong kue khas Kota Manado akan menjadi salah satu keunggulan wisata kuliner, dan menambah pendapatan masyarakat serta memperkuat perekonomian Kota Manado ke depan,” kata Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadis Budpar)Hendrik Warokka.
Hal ini dikatakan Wali Kota saat membuka Fokus Grup Diskusi (FGD) kerja sama LKBN ANTARA dan Bank Mandiri dengan tema “Meningkatkan ekonomi Kota Manado dari potensi dan prospek” di Manado, Kamis (23/03).
Wali Kota mengharapkan dalam diskusi ini akan ada masukkan agar semua kue khas Manado bisa dipatenkan dan menjadi ciri khas masyarakat Manado.
“Ini merupakan langkah yang harus diambil jangan sampai milik kita didahului oleh daerah lain,” kata Hendrik.
Pakar Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Merry Kalalo mengatakan makanan atau kue khas Manado yang ingin dipatenkan harus melewati penelitian terlebih dahulu, apakah bisa masuk dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau tidak.
“Sejumlah kue yang berhasil diusulkan untuk bisa menjadi pertimbangan pemerintah dan peneliti lainnya yakni kue bobengka, koyabu, bepang, cucur, brudel, kabesa, kokole, sukade dan kolombeng,” katanya.
Semua kue tersebut, dibuat dengan bahan dasar tepung beras maupun beras ketan dan gula merah dari air nira.
Dosen Jurusan Tata Boga universitas Manado Dr Hennie Mokoginta bersama dengan Dr Helena Opit mengatakan selain produk yang perlu diperhatikan pula pengolahannya.
“Yang perlu diangkat menu tradisionalnya dan harus membedakan dengan yang ada di pasaran lainnya,” jelasnya.
Dia mengatakan perlu dilakukan uji laboratorium, sehingga hak atas produk tersebut bisa diakui dan diterima semua pihak.
Unima, katanya, bersedia melakukan pengembangan dari produk-produk tersebut.
Head of Area Bank Mandiri Manado Tommy Laong mengatakan pihaknya akan mendukung kegiatan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian daerah.
“Bank mandiri sebagai BUMN harus ambil bagian dalam meningkatkan perekonomian daerah di Indonesia,” kata Tommy.
FGD bank Mandiri dengan LKBN ANTARA Biro Sulut dalam rangka 10 Windu HUT Perum LKBN ANTARA. Tampil sebagai moderator yakni Kepala Biro Sulut Guido Merung dengan pembicara Departemen head of industry and regional research office of Chief Economist Bank Mandiri Dendi Ramdani.
Juga hadir sebagai pembicara Tim pakar Ekonomi Unsrat Manado Dr Een Walewangko, Alfa Tumbuan, Dr Magdalena Wullur, Joy Tulung, Patrick Wauran dan Jaclin Sumual, dengan peserta dari kalangan perbankan, akademisi, instansi terkait serta pelaku usaha di Kota Manado.
(risma tofan)

