Manado, Fajarmanado.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw menilai perluasan Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado sudah sangat mendesak dan dinanti oleh masyarakat yang ingin berkunjung di daerah Nyiur Melambai ini, karena aksesnya paling dekat dengan ibu kota provinsi.
Kapasitas yang dimiliki Bandara ini relatif jauh lebih kecil dibandingkan animo masyarakat yang hendak menggunakan terminal udara tersebut.
“Ini yang sudah kita tunggu-tunggu, wajah depan Kota Manado ya ada di area ini, tapi kapasitas bandara tidak memadai,” kata Steven di Manado, Rabu (22/2) siang tadi.
Kandouw berpendapat perluasan bandara tidak bisa ditunda lagi. “Ini sangat mendesak. Bandara sudah tidak memadai. Apalagi bulan Maret atau April ada penambahan empat penerbangan setiap harinya,” bebernya.
Ia mengatakan, keterlambatan perluasannya menjadi tanggung jawab pihak Angkasa Pura I.
Menurutnya, Gubernur Olly Dondokambey SE telah berupaya melobi penambahan dana perluasan bandara di APBN-P. “Lewat Kementerian Pertahanan kemudian diserahkan ke KASAU untuk perluasan pangkalan di lapangan angkatan udara,” ujarnya.
Untuk diketahui, panjang runway bandara telah diprogramkan akan ditambah 150 meter menjadi 2.800 meter dari sebelumnya 2.650 meter. Sedangkan luas area terminal akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata pun ditambah menjadi lima.
(deky/ely)

