Bersihkan Stadion Minahasa, JWS: Budaya Mapalus Masih Terjaga
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi saat memberi petujuk (kaos merah dan jelana jeans) Jumat Bersih di Stadion Maesa Tondano, Jumat (25/11) pagi tadi. Foto: Jemmy Suak

Bersihkan Stadion Minahasa, JWS: Budaya Mapalus Masih Terjaga

Tondano, Fajarmanado.com – Komitmen sukses Ibadah Natal Oikumene 2016, yang bakal dihadiri Presiden Joko Widodo, Pemkab Minahasa mulai berbenah. Stadion Maesa Tondano kini mulai dibersihkan dan dipersolek.

Jumat (25/11) pagi tadi, Drs Bupati Jantje Wowiling Sajow memimpin langsung , MSi memimpin langsung Gerakkan Jumat bersih di stadion kebanggaan Minahasa, Sasaran, Tondano.

Ratusan personil Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkab Minahasa, termasuk 25 camat, para hukum tua dari 227 desa dan lurah 43 kelurahan datang berbaur dengan memboyong sebagian pegawai dan masyarakatnya.

Stadion Maesa Tondano memang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Natal Oikumene 2016 yang dijadwalkan berlangsung 28 Desember mendatang.

Tak heran, stadion yang dibangun di masa Bupati almarhum Drs Karel Lasut Senduk itu kini mulai dipersolek.

Selain membersihkan rerumputan liar yang dan dedauanan yang bertebaran di bagian tribun terbuka maupun utama, dinding melingkar stadion berkapasitas sekitar 35 ribu penonton ini juga dipoles dan dicat kembali.

JWS, sapaan akrab Bupati Minahasa ini tampak tak segan ikut terlibat langsung memberihkan ameka sampah yang bertebaran di tribun terbuka.

Bersihkan Stadion Minahasa, JWS: Budaya Mapalus Masih Terjaga
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi ketika menggunakan sapu lidi membersihkan sampai di tribun terbuka Stadion Maesa Tondano, Jumat (25/11) pagi tadi. Foti: Jemmy Suak.

Mengenakan kaos merah tua lengan panjang, celana jeans biru dan kets merah lengkap dengan topi, JWS ikut terlibat menyapu sampah. Para ASN, lurah dan hukum tua tentu saja kaget dan langsung menyibukkan diri masing-masing.

Namun demikian, ada saja ASN, kumtua dan lurah memanfaatkan momen ini berselfie ria sambil menjulurkan tangan dengan jari telunjuk dan jempol terbuka berbentuk huruf L, aainnya hanya mengacungkan jempol saja. Ini diartikan sebagai kode kata Lanjutkan dan Hebat.

Beberapa saat kemudian, JWS beranjak menghadiri suatu pertemuan. Selang sekitra 3 jam kemudian, dia kembali. JWS pun tampak tertegun dan mengaku kaget karena wajah bagian dalam dan sekitaran stadion telah berubah bersih.

Bahkan sebagian besar tempat duduk di tribun utama telah selesai dicat. “Ini merupakan bukti bahwa budaya Mapalus masih terjaga dan bisa kita pertahankan dengan menunjukkan hasil nyata,” komentar Bupati.

JWS menyatakan, peranserta masyarakat menata, membersihkan dan mempersolek Satdion Maesa ini menjadi bukti bahwa warga  Minahasa siap menyukseskan event Perayaan Natal Nasional 2016 di Tanah Minahasa,” ujarnya.

(den)