Pedagang Mengeluh, Pasar Baru Tumpaan Sepi
Suasana Pasar Tumpaan. Foto: Andries Pattyranie

Pedagang Mengeluh, Pasar Baru Tumpaan Sepi

Tumpaan, Fajarmanado.com – Komunitas pedagang pasar Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan, karena kebijakan relokasi pasar tidak didukung dengan akses jalan yang memadai.

“Selama kami berjualan di sini, pengunjung tetap sepi seperti ini,” kata Selvie R, salahsatu pedagang setempat kepada Fajarmanado.com, Sabtu (19/11).

Sebagaimana pedagang lainnya, wanita warga Ratahan ini mengharapka Pemkab Minsel, melalui Dinas Perhubungan dan Informatika dapat mengatur kembali jalur kendaraan angkutan umum agar bisa masuk ke kompleks pasar.

Penataan lalulintas  ini, kata mereka, harus dibarengi dengan perbaikan akses jalan masuk ke luar lokasi pasar agar para sopir tidak segan-segan menjalani trayek dari dan pasar ke desa-desa yang tersebar di Kecamatan Amurang dan Kecamatan Tatapaan, yang masyarakatnya menjadi konsumen utama di pasar tersebut.

Pasar Tumpaan, yang sebelumnya berada di kompleks pertokoan Tumpaan, berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumpaan telah direlokasi dan dibangun baru di tempat lain.

Lokasi pasar baru itu, berada di bagian dalam pemukiman dan perkebunan penduduk, sekitar 200 meter dari jalan raya.

“Barangkali jaraknya yang sekitar 200 meter dari jalan raya ini yang menyebabkan masyarakat enggan datang berbelanja langsung di pasar, karena masih harus menyediakan ongkos transport bendi atau ojek untuk sampai di sini,” jelas Jemmy, pedagang lainnya.

Senada dikatakan Tamura W, warga Desa Sulu Kecamatan Tatapaan. Menurutnya, Pemkab Minsel harus segera mencarikan solusi yang tepat agar pasar baru tersebut menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

“Salahsatu yang mendesak, menata kembali jalur transportasi agar mikrolet jalur Amurang-Tumpaan, Tatapaan dan Munte, Maruasei, Tangkunei  dan desa-desa lainnya bisa masuk area pasar ini,” ujarnya.

Mereka juga senada mengeluhkan penurunan omset berjualan di pasar baru dibanding di pasar lama. “Bagaimana omset kami bisa naik kalau pengunjunya selalu saja sepi seperti ini,” ketusnya.

Suasana Pasar Tumpaan memang tampak lenggang pada Sabtu (19/11). Pengunjung pasar relatif sedikit, terkesan tidak melebihi jumlah pedagang.

Kepala Dinas Perhungan Komunikasi dan Informatika Minsel, Izak Rey, SE MSi melalui  Kepala Bidang Perhubungan Darat Rul Sumampow mengakui kendala tersebut.

Menurutnya, pihaknya tengah melakukan kajian mendalam untuk menata kembali jalur angkutan umum sehingga ada yang bisa melayani sampai di kompleks pasar baru Tumpaan.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan dinas terkait untuk mencarikan solusi bersama agar memudahkan pengguna Pasar Tumpaan secepat mungkin,’’ ungkap Sumampow.

(andries)