Secara terbuka Trump mengatakan akan menjalin kerjasama dengan Putin dan mendukung pemerintahan Suriah. Trump juga akan menarik dukungan kepada pemberontak di Suriah dan akan mendukung Putin untuk mengirim “surat indah”-nya ke Suriah.
Sebelum terpilih, Trump pernah mengatakan hal serupa, dirinya menyarankan jika AS bisa bekerjasama dengan Rusia untuk mengalahkan ISIS di Suriah.
Diketahui juga Putin sudah menjalin kerjasama dengan pemerintahan Suriah melalui Presiden Assad untuk menumpas pemberontakan ISIS.
“Sekarang Rusia sudah selaras dengan Suriah, dan punya Iran, karena kita sejalan dengan Suriah” ungkap Trump kepada Wall Street Journal.
Secara terang-terangan, Trump mengatakan, sikap AS yang mendukung pemberontakan di Suriah adalah sikap dari orang-orang yang tidak dikenal.
“Sekarang kita mendukung pemberontakan terhadap Suriah, dan kita tidak tahu siapa orang-orang itu” tambah Trump.
Trump berpikir bahwa jika AS berperang melawan rezim Presiden Assad, maka itu sama dengan mendukung pemberontakan ISIS dan akan berakhir pada peperangan dengan Rusia.
“Kita akhirnya berperang dengan Rusia” ujar Trump.
Pemikiran Trump tersebut berbeda dengan para pendukung Theresa May (Perdana Menteri Inggris, Ketua Partai Konservatif) yang menyebutkan bahwa pemerintahan Suriah dibawah Presiden Assad sudah melakukan tindak kekerasan yang mengerikan.
May beranggapan bahwa Suriah akan lebih baik dimasa depan jika tanpa Assad. Pihak Inggris akan memperhitungkan kebijakan luar negeri mereka terhadap sikap Trump tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Menurutnya, jika AS membangun kerjasama dengan Rusia dan Suriah, maka pihak Inggris akan memperhitungkan untuk melangsungkan hubungan kerjasama dengan AS.
Seperti dilansir The Telegraph, Johnson juga menuduh Assad sudah melakukan kejahatan perang dan bertanggungjawab atas kematian ratusan warga sipil di Suriah.
Pihak Inggris tidak ingin kebijakan luar negeri AS berubah dari yang sebelumnya. Sebelumnya, AS-Inggris menjalin kesepakatan untuk melengserkan rezim Presiden Assad di Suriah.
Johnson berencana akan menemui senior-senior di pemerintahan AS untuk melakukan langkah diplomasi sebelum Trump resmi memasuki Gedung Putih.
Johnson akan memastikan Trump bahwa langkah yang akan diambilnya terkait Suriah adalah kurang tepat.
Johnson berharap sebelum Trump resmi dilantik menjadi presiden, dia sudah bisa meyakinkan Trump untuk tidak merubah kebijakan luar negeri AS.
(Fred)

