6. Carolina Marin
Spanyol sebelumnya tak pernah dikenal sebagai negara bulutangkis. Namun, semuanya berubah saat Carolina Marin muncul. Awalnya Marin hanya berkiprah di level International Challenge. Selain itu, dia juga hanya mampu menjadi juara di ajang Eropa.Kejutan mucul ketika dia menjadi juara Eropa pada tahun 2014. Dia mengalahkan Anna Thea Madsen dari Denmark, dengan skor 21-9, 14-21, dan 21-8.[irp posts=”9277″ name=”Inilah 6 Pebulutangkis Legendaris Tunggal Putra”]

Pemain kelahiran Huelva, Spanyol, ini kembali membuat kejutan pada kejuaraan dunia bulutangkis pada 31 Agustus 2014. Di luar dugaan dia mengalahkan pebulutangkis nomor satu dunia, Li Xuerui, pada partai final degan skor 17-21, 21-17, dan 21-18.
Setelah itu, langkah Marin seperti tak terbendung. Pemain berusia 23 tahun itu terus meraih gelar bergengsi dengan mengalahkan pemain top dunia seperti Saina Nehwal, Wang Shixian, dan Nozomi Okuhara.[irp]
Gelar All England 2015 sukses dia raih. Dia juga mampu mempertahankan gelar juara dunia pada tahun itu.
Pada tahun 2016, karier Marin bisa dibilang berada di puncak. Dia mampu menjadi pemain Spanyol pertama yang meraih medali emas Olimpiade. Pemain yang pernah menimba ilmu di Pelatnas Cipayung itu merebut medali emas setelah mengalahkan P.V. Sindhu pada partai final Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan skor 19-21, 21-12, dan 21-15.

