oleh

Bangun KEK Lewat Ketahanan Nasional

Bitung, Fajarmanado.com-Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban SE Msi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bitung Drs. Malton Andalangi menerima kunjungan kenegaraan  Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Pertahanan Nasional Marsekal Muda TNI Suwandi Miharja, M.D.S, bertempat di Kantor Pemerintah Kota tepatnya di ruang kerja Walikota Bitung, beberapa waktu lalu

Kedatangan rombongan Mekopolhukam mengungkapkan maksud dan tujuan yakni memberikan Telaahan  dan Rekomendasi Kebijakan Bidang Ketahanan Nasioanl dan upaya dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Kerja di kota Bitung.

“Tujuan utama dari kunjungan kami ini untuk memantau sejauh mana perkembangan dan upaya pembangunan Kawasan Ekonomi Kerja yang ada di kota Bitung.” ujar Suwandi.

Menanggapi hal tersebut, Lomban memaparkan secara umum mengenai profil dan objek pembangunan dan perencanaan program pemerintah sekaligus menyampaikan bahwa  kota Bitung sangat strategis untuk pengembangan pembangunan, memang saat ini masih perlu di benahi dalam pembangunan.

“Kota Bitung saat ini sangat Strategis untuk pengembangan pembangunan, dari kekayaan alamnya juga industry yang ada.” Ucap Lomban.

Dalam kesempatan itu juga, Lomban menjelaskan mengenai Bitung Bahari Berseri (B3) dan 5 Pesonanya (P5) yang menjadi Program Perkembangan kota Bitung di Bidang Pariwisata.

Seperti diketahui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Pada dasarnya KEK dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. Untuk ide ini diinspirasi dari keberhasilan beberapa negara yang lebih dulu mengadopsinya, seperti Tinongkok danIndia 

Bahkan data-data empiris melukiskan bahwa KEK di negara tersebut mampu menarik para investor, terutama investor asing untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja.

Hal itu tak lain karena kemudahan yang didapat para investor, kemudahan itu berbentuk kemudahan di bidang fiskal, perpajakan dan kepabeanan. Bahkan ada juga di bidang non-fiskal, seperti kemudahan birokrasi, pengaturan khusus di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian, serta pelayanan yang efisien dan ketertiban di dalam kawasan.

(jak)

News Feed