Kawangkoan, Fajarmanado.com – Konsultan Proyek Pasar Kawangkoan menyatakan desain gambar pembangunan kios-kios Pasar Modern Kawangkoan memang tidak dilengkapi ring balok untuk dudukan rangka atap.
“Itu kami turunkan setengah meter untuk menahan roller window,” kata Superior Engeneering PT Sulfana Karya Jaya, Ivana Makadau, ST kepada Fajarmanado.com, Selasa (25/10)
Menurut Ivana, tak ada satu pun kios yang tidak dilengkapi dengan ring balok pada pembangunan pasar modern berbandrol Rp.6,2 milia lebih ini.
“Semua ada, bukan di atas tapi diturunkan setengah meter karena setiap kios akan dipasangi roller window. Pintu ini sangat berat jadi penahannya harus kuat,” ujarnya.
Ivana mengkhwatirkan jika roller window tidak digantung dan dipasangkan langsung pada ring balok akan mudah rusak dan terlepas. Susunan bata dinding yang mengantung tak mungkin bisa menahan beban berat.
“Makanya ring baloknya kami turunkan setengah meter,” katanya lewat telepon, didampingi Kadis Periindustrian dan Perdagangan (Perindag) Minahasa, Ir. Dolvie Kasenda.

Kasenda pun mengaku telah melakukan pengecekan langsung. Beberapa jam dia memeriksa, bahkan coba mencongkel beberapa bagian. “Saya sudah keliling, semua kios ternyata ada ring baloknya,” tegas mantan Ketua KNPI Minahasa ini.
Meski demikian, Ivana mengakui jika di bagian atas dinding 50 kios yang melekat pada bangunan induk 168 lapak tersebut tidak dilengkapi lagi dengan ring balok. Konstruksi dudukan rangka atap dari baja ringan itu hanya berupa susunan bata yang diplester.
“Kalau kita buat lagi ring balok di atasnya nanti masuk pemborosan anggaran, hehehe,” katanya sambil tertawa. Ya, ini sudah sesuai gambar RAB,” sambung Ivana.
Seperti diberitakan, pekerjaan proyek fasilitas pasar modern di bagian dalam Pasar Kawangkoan, Minahasa ini diduga sarat manipulasi. Setelah campuran material, fondasi yang bengkok dan penggunaan batu dasar, kali kwalitas pembangunan 50 kios karena tidak dilengkapi dengan ring balok.
Pemantauan media ini, baja berat sudah terpasang melekat di atas ring balok pada bangunan induk lapak.
Proses pekerjaan 168 lapak di bagian dalamnya dan kios-kios yang memajang di empat sisi bagian luarnya telah memasuki tahapan pemlesteran dan pemasangan rangka atap berkonstruksikan baja ringan.
Namun rangka-rangka atap tersebut tidak semua terpasang rata di atas dinding kios. Sebagian di antaranya menggunakan kayu pengganjal.
“Persoalannya kan, tidak dibuatkan ring balak, kalau ada pasti rata dan tidak perlu lagi pengganjal seperti itu,” kata Alfian Tilaar, salahsatu pedagang pasar Kawangkoan.
(ely)

