3. Lihai Bersilat Lidah
Selama ini, Marc Marquez lebih sering diam saat mendapat serangan verbal dari Rossi. Namun, bukan berarti Marquez tak bisa membuat kuping sang rival panas lewat komentar pedas. Pada lap-lap awal balapan MotoGP Jepang, Marquez dan Rossi sempat terlibat duel sengit untuk memperebutkan posisi kedua.
Rossi yang ingin menunda pesta Marquez tampil agresif. Dia beberapa kali mencoba menyalip Marquez. Namun, Marquez selalu bisa merebut posisinya kembali. Terlalu ngotot, Rossi akhirnya crash out dan memuluskan langkah Marquez merebut titel.[irp]
Tahun lalu, Marquez jatuh tapi Rossi gagal juara. Kali ini, Rossi jatuh dan Marquez malah juara. Selepas balapan, Marquez melontarkan komentar menarik. Marquez mengatakan aksi overtaking Rossi yang agresif menunjukkan bahwa sang rival gugup.
Marc Marquez seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya juga lihai bersilat lidah. Hanya, dia memilih waktu yang tepat untuk melakukannya. Momen itu adalah setelah memastikan diri jadi juara MotoGP dengan mengalahkan Valentino Rossi, sang rival utama yang sering melontarkan perang urat syaraf kepadanya. Sempurna. (bolacom)

