Ratahan, Fajarmanado.com – Lahan bekas tambang emas PT Newmont Minahasa Raya (NMR) di Kecamatan Ratatotok segera ditata dan dibangun menjadi Kebun Raya Megawati Soekarno Putri mulai tahun 2017 depan.
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, SH mengatakan, pembangunan kebun raya tersebut ditaksir akan menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah.
“Tahun depan proses pembangunan kebun raya ini sudah akan kita dimulai,” kata Bupati Sumendap di Ratatotok, Senin (3/9).
Pembangunan kebun raya di eks lahan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya tersebut, kata Sumendap anggarannya bakal menembus ratusan miliar.
“Akan ada anggaran ratusan miliar yang akan masuk untuk membangun kebun raya tersebut,” ujarnya.
Dia mengungkapkan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur penunjang, penataan hutan serta pengadaan dan pengembangan satwa-satwa khas daerah yang cocok berkembang biak dan hidup di kawasan kebun raya tersebut.
Lebih lanjut kata Bupati, kebun raya tersebut akan menjadi kawasan wisata dan dapat digunakan sebagai tempat penelitian dari para ilmuwan.
“Jadi selain tempat wisata, di kawasan ini juga akan menjadi daerah penelitian satwa langka yang bakal dikembangbiakkan dan hidup di hutan raya Mitra ini,” tandasnya.
Luas area eks tambang emas PT NMR yang mencapai 179, 70 hektar layak dijadikan kebun raya. Kawasan yang telah direklamasi itu kini menjelma menjadi hutan tanaman tropis beraneka jenis tumbuh di atasnya.
Tak kurang dari 180 ribu batang pohon dari sekitar 15 jenis ditanam di sini. Dari tanaman keras seperi Jati, Mahoni, Cempaka, Sengon, Akasia hingga tanaman keras yang menghasilkan buah seperti, Durian, Nangka, Jambu Mete hingga Mangga.
Menurut pantauan tahunan Tim Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, ditemukan 155.814 pohon tumbuh baik di hutan reklamasi.
Pohon-pohon itu terdiri dari 145 spesis dari 59 famili. Ada 109 spesis burung bermigrasi dan menetap, dan hingga saat ini ada sekitar 91 jenis burung dan hewan lainnya yang telah kembali menghuni daerah bekas tambang PTNMR.
Hewan-hewan tersebut, antara lain, Kadalan Sulawesi (phaenicophaeus calyohyncus), Yellow-Sided Flowerpeckers (dicaeum aureolimbatum) dan Rangkong Sulawesi (aceros cassidix), bahkan Monyet terkecil Sulawesi (tarsius spektrum) juga ditemui hidup di hutan reklamasi.
(geri/ely)

