Tumpaan, Fajarmanado.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berduka cita. Mantan pejabat eselon duanya berpulang ke rumah bapa di Sorga setelah ditabrak sepeda motor.
Alm Ir Izaak Habibuw, mantan Kepala Dinas Perkebunan Minsel, meninggal dunia, Minggu (2/10), sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan. Sempat dilarikan ke RS Kalooran Amurang namun menghembuskan nafas terakhir sore itu.
Semasa mengabdi di Pemkab Minsel, almarhum dikenal sosok pejabat yang loyal. Tak heran Wakil Bupati Franky D Wongkar, SH bersama Kepala Dinas Kehutanan Frans D Tilaar, SP MSi dan Kepala Dinas Perkebunan Imanuel Tapang, SP tergerak melayat dan memberikan penghiburan di rumah duka Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan, Rabu (5/10) pagi tadi.
‘’Atas nama bupati Christiany E Paruntu, SE, saya mengucapkan turut berduka cita yang dalam atas meninggalnya Alm Ir Izaak Habibuw.,” kata Wakil Bupati (Wabup) Franky Wongkar.
Sewaktu masih menjabat Kepala Dinas Perkebunan Minsel, katanya, almarhum dikenal sebagai sosok pejabat yangsangat loyal kepada atasan dan juga amat dekat dengan para bawahannya.
“Saya juga mendengar hal itu, walaupun waktu itu saya masih menjabat anggota DPRD Provinsi Sulut,’’ kata Wongkar, yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulut ini.
Semasa bertugas, pria asal Ambon, Maluku ini juga sangat familiar dengan tetap ramah melayani masyarakat tani yang hendak memperoleh informasi seputar perkebunan di kantornya.
‘’Oleh sebab itu, setelah mendapat kabar Pak Izak Kabibuw meninggal dunia, saya katakan kalau belum ada pejabat di Minsel sama dengan almarhum. Beliau sangat baik juga kepada wartawan semasa hidupnya. Jadi, biar Tuhan yang akan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkannya,’’ ujarnya.
Ditempat terpisah, mantan Wabup Minsel, Ventje Tuela, SSos, yang juga warga Desa Tumpaan Baru Kecamatan Tumpaan ini, mengaku kehilangan sosok yang baik hati dan merakyat ini.
“Saya orang sini. Saya tahu persis sangat dekat dengan warga Tumpaan, apalagi , warga Matani dan Matani Satu,” katanya.
Almarhum adalah sosok yang suka mengabdi dan rela berkorban. Ini dibuktikan dengan beberapa kegiatan beliau semasa hidup.
Meskipun beragama Kristen, almahum menerima kepercayaan Umat muslim menjadi Ketua Panitia pembangunan Masjid di Matani Satu.
Dengan demikian, lanjut Tuela, jabatan ini membuktikan bahwa almarhum sangat dipercaya warga Matani dan Tumpaan pada umumnya.
“Namun, sekarang dia telah pergi meninggalkan kita semua. Selamat jalan sahabat, selamat jalan dan kita akan bertemu di Yerusalem Baru,’’ sambung Tuela di sela persiapan ibadah penguburan, tadi siang.
(andries)

