Ratahan, Fajarmanado.om – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara (Mitra) mendesak para kontraktor pelaksana proyek bencana alam di wilayahnya supaya segera dituntaskan.
“Ada sembilan paket proyek bencana yang sedang dikerjakan di daerah ini sekarang,” kata Kepala BPBD Mitra, Jopi A Mokodaser, SE.
Mokodaser mengungkapkan kebanggaannya karena para kontraktor serius melakukan pekerjaan mereka, sehingga ke sembilan paket proyek bencana tersebut bisa dipastikan selesai tepat waktu.
Bahkan, salahsatu di antaranya, yakni pembuatan tanggul jalan Ratahan-Pangu dengan anggaran Rp1 milyar lebih segera tuntas dikerjakan.
“Kami memang berusaha melakukan pengawasan dan terus mengingatkan para kontraktor. Hasilnya, semua pekerjaan menunjukkan prospek yang baik dan bisa selesat tepat waktu,” katanya kepada wartawan, Kamis (22/9).
Tanpa merinci delapan paket proyek lainnya, Mokodaser menyatakan, masih banyak titik rawan bencana yang ada dan telah usulkan pihaknya kepada BPBN (Badan Penanggulangan Bencana Nasional), namun belum ada jawaban resmi sehingga masih harus menunggu konfirmasi dari pusat.
“Mudah-mudahan tahun depan bantuan untuk pembangunan tanggul dan lainnya dapat direalisasikan sesuai usulan dari BPBD Mitra,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya masih akan mengusulkan lagi untuk beberapa titik rawan bencana yang harus segera diperbaiki.
“Yang pasti kami akan mengusulkan kembali ke BPBN pusat, terkait beberapa titik rawan bencana yang memang butuh segera diperbaiki,” tandasnya.
Namun diakuinya, untuk mengusulkan kembali bantuan kedaruratan bencana ke pusat harus dibuatkan dulu Surat Pertangung Jawaban (SPJ), baru bisa mengusulkan kembali permohonan, yang kemudian dipresentasikan untuk diverifikasi kembali oleh pihak BPBN.
“Beginilah tahapannya, jadi kami harus menunggu verifikasi dari tim pusat yang butuh waktu sekira tiga bulan untuk dapat disetujui pusat,” jelas mantan Kesbangpol dan Linmas Mitra ini.
(geri)

