oleh

Tunda Tahan Sekda Bolmut, Ini Alasan Polda Sulut

MANADO, FAJARMANADO.com — Penahanan Sekda Bolmut berinisial RP alias Posumah terkait pencairan dana makan minum (Mami) tahun 2012 fiktif terpaksa ditunda oleh Penyidik Tipikor Polda Sulut akibat tekanan darah tersangka naik.

Ketika digiring ke ruang tahanan Mapolda Sulut, Jalan Bethesda Manado, tiba-tiba Posumah mendadak naik dan dilarikan ke RS Bhayangkara Manado.

“Tekanan darah tersangka naik. Padahal kita sudah rencanakan penahanannya dilakukan Selasa ini. Tapi setelah melakukan cek kesehatan, kondisinya drop. Kami pun terpaksa melakukan pendundaan penahanan ini. Setelah kondisi kesehatannya memungkinkan tersangka akan tetap kita tahan,” ungkap Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung SH, melalui Kabid Humas, AKBP Wilson Damanaik SH, Selasa (8/12/2015) lalu.

Dikatakan, dari keterangan pihak Dokter, kesehatan tersangka akan pulih dalam waktu satu sampai dua hari. “Jadi kalian tunggu saja, tersangka tetap akan ditahan,” jelasnya.

Posumah dijerat sebagai tersangka lantaran penyidik telah menemukan tiga alat bukti. Terlibat kasus korupsi. Bahkan, tersangka ditengarai sebagai otaknya karena semua proses pencairan uang dilakukan tersangka.

“Kenapa saya bilang tersangka otaknya. Karena yang membuat SP2D seolah-olah sesuai Keputusan Menteri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah adalah tersangka. Begitu juga soal pencairannya, itu dilakukan tersangka,” ungkapnya.

Sesuai aturan, lanjut Damanik, proses tersebut harus dilakukan Bupati Bolmut, Hamdan Datunsolang namun pengelolaan keuangannya adalah tersangka. “Dia (Posumah) dijadikan tersangka karena dia adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dia menandatangani, seolah-olah proyek itu ada,” tandasnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Posumah sendiri sudah lima kali dikuliti penyidik, yang telah menetapkan mantan Bendahara Pengeluaran Anggaran  Pemkab Bolmut berinisial Iyam sebagai tersangka. Kini, Iyam saat tengah menghuni Rutan Polda.

(corr)

News Feed