oleh

Sosialisasi UU Dandes, Camat dan Hukum Tua Banyak Menghilang

AMURANG, FAJARMANADO.com—Ini sikap tidak terpuji sebagian camat dan hukum tua di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Jika ikut program peningkatan kapasitan di luar daerah berebutan ikut, tapi ketika dilakukan di daerah sendiri justeru menghilang dari tempat acara.

Fenomena ini amat transparan ketika Bagian Hukum Setdakab Minsel bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang  menggelar Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan, Rabu (28/10/2015). Para undangan, yang terdiri dari camat dan hukum tua, menghilang beberapa saat setelah acara pembukaan. Kursi yang tersedia lebih banyak kosong mulai sekitar pukul 10.00 Wita, pagi itu.

‘’Kegiatan fasilitasi sosialisasi peraturan perundang-undangan seperti ini penting sekali. Di satu pihak, saat ini 167 desa di Minsel sementara mengolah dana desa (Dandes). Jumlah dandes di masing-masing desa pun cukup besar, meski bervariasi. Makanya, sesungguhnya  sangat baik diikuti para camat dan hukum tua agar bisa terhindar dari kesalahan pengelolaan dan pelaporan administrasi,’’ kata Kabag Hukum Setdakab Minsel Brando Tampemawa, SH MH.

Camat sebagai Pembina dan  hukum tua dan lurah sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) Dandes sebenarnya harus terus meningkatkan kapasitasnya agar terhindar dari masalah. ‘’Namun sayang, kenyataannya saat pembukaan banyak yang hadir tetapi menjelang siang sampai berakhirnya sosialisasi, yang tinggal hanya bisa dihitung dengan jari,’’ ungkapnya, dengan raut wajah kesal.
Senada, Kasi Intelelejen Kejari Amurang, Yosephus Ary Sepdiandoko, SH menilai hukum tua, lurah maupun camat wajib mengikuti sosialisasi peraturan perundang-undangan tersebut. ‘’Ada materi yang disampaikan tentang bagaimana agar supaya tidak terjadi masalah dalam penggunaan Dana Desa  maupun ADD. Karena memang, khusus Dandes baru tahun 2015 diterima hukum tua. Sementara, ADD sudah bertahun-tahun lamanya.  Sayangnya, banyak yang so pulang,’’ ketusnya, sambil mengungkapkan kesediaannya untuk menerima para hukum tua yang berkeinginan konsultasi.

Ketua Apdesi Minsel, Ventje Mangindaan, S.Th juga menyesalkan sikap para camat dan hukum tua tersebut. ‘’Sayang sekali, banyak hukum tua yang tidak sabar mengikuti acara itu sampai selesai. Padahal, banyak maknanya. Karena, kehadiran Kasi Intelejen Kejari Amurang Yosephus Ary Sepdiandoko, SH untuk kita juga agar terhindar dari kemungkinan masalah  penggunaan Dandes dan ADD,” ketus Mangindaan yang juga hukum tua Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran ini.
(andries pattyranie)

News Feed