Manado – Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil menegaskan bagi pegawai teladan hendaknya meneladani ilmu padi, semakin tua semakin merunduk.

Penegasan itu disampaikannya pada saat membuka seleksi pemilihan aparatur sipil Negara (ASN) teladan tingkat Provinsi Sulut tahun 2015 di ruang CJ Rantung, Rabu (02/09) kemarin.

“Jika mampu melaksanakan itu, maka merupakan suatu kehormatan yang harus dijaga diiringi dengan besarnya tanggungjawab yang dipikul untuk membuktikan arti keteladanan dalam pengabdian, arti totalitas dalam berkarya dan arti loyalitas dalam dedikasi baik di lingkungan kerja maupun di tengah kehidupan sosial bermasyarakat,” ujar Kansil.

Dia menambahkan predikat teladan itu harus mampu dijaga dengan baik, tidak ada kesombongan, menganggap diri lebih baik dari orang lain, tapi sebaliknya harus mampu merendahkan diri.

Kansil juga mengingatkan dalam sebuah kompetisi maka diantara saudara-saudara peserta, ada yang akan menjadi pemenang, ada yang tidak memperoleh gelar, namun sesungguhnya kalian semua adalah kader-kader daerah yang memiliki mutu, potensi dan kualifikasi yang baik.

Untuk itu dia berharap sekembalinya ke tempat tugas tampilah menjadi figur-figur pelopor yang layak diteladani baik dalam etika, disiplin maupun dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.

“Tunjukanlah kemampuan dan sungguhan untuk mengukir karya pengabdian tanpa dibatasi oleh sekat-sekat, ruang dan waktu, sehingga saudara akan memperoleh kepuasan sendiri dalam menunaikan panggilan tugas mulia ini,” tandas mantan Kadis Diknas Sulut.

News Feed