Wah, Guru Sertifikasi Ini Tidak Menerima TSG
Ilustrasi Guru Sertifikasi. Foto: Ist

Wah, Guru Sertifikasi Ini Tidak Menerima TSG

Tompaso, Fajarmanado.com – Tunjangan Sertfikasi Guru (TSG) sudah dicairkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Diknaspora) Kabupaten Minahasa. Namun malang dengan seorang guru di SMP Negeri 4 Satu Atap (Satap) Tompaso.

Paula Tengker, guru mata pelajaran ini mengaku sudah menjadi guru sertifikasi sejak tahun 2015. Namun haknya sebagai penerima TSG ternyata hilang dan tidak lagi tercatat dalam daftar penerima.

Guru pendidikan jasmani ini mengaku kesal. Upayanya untuk memenuhi semua persyaratan kelengkapan administrasi tidak mendapat dukungan dan respon pimpinan SMP Negeri 4 Satap Tompaso, tempat dia mengabdi.

“Selama tahun 2015 Saya hanya dia kali menerima tunjangan sertifikasi. Triwulan terakhir tida lagi karena tidak memperoleh SK Dirjen,” ujar wanita berusia sekitar 54 tahun ini.

Paula mengaku terlambat memenuhi persyaratan administrasi penerbitan Surat Keputusan (SK) Dirjen. Namun ia menolak jika ketiadaan SK Dirjen tersebut sebagai kelalaiannya semata.

“Semua syarat sudah saya persiapkan, tapi entah kenapa pimpinan sekolah tidak menginformasikan kepada saya batas waktu pemasukannya pada waktu itu, padahal guru lain diberi kabar,” ketus Paula kepada Fajarmanado.com di Langowan, Kamis (11/10), malam.

Paula mengaku jika semua kewajibannya terus dia penuhi. “Semua syarat saya terus berusaha penuhi, termasuk  kewajiban 24 jam mengajar dan terus mengisi daftar hadir,” imbuh guru senior di sekolah menengah itu.

“Saya selalu datang di sekolah untuk mengajar. Walaupun tidak ada jam untuk mengajar, saya tetap datang. Saya tidak habis pikir kenapa pimpinan sekolah tidak bisa membantu saya,” ketus wanita ini dengan mata berkaca-kaca.

Karena itulah, Paula sangat mengharapkan agar pimpinan sekolah dapat memfasilitasinya agar kelak bisa menerima TSG seperti dua triwulan awal 2015 lalu.

“Untuk saat ini tidak ada yang dapat saya perbuat, kecuali berharap pimpinan sekolah dapat membantu saya agar bisa memperoleh dana sertifikasi guru tahun depan.

“Apa mau dikata, nasih sudah menjadi bubur. Saya berharap tidak akan terjadi lagi tahun depan,” ujar Paula.

Sementara itu, Kepsek Rumagit belum berhasil ditemui. “Ibu lagi di Jakarta sekarang bersama para kepala sekolah lainnya di Minahasa untuk menghadiri launching Pesona Minahasa di Taman Mini Indonesia Indah,” kata staf pengajar di SMP Negeri 4 Satap Tompaso, Jumat (11/11), siang tadi.

(den)