Tomohon, Fajarmanado.com — Bantuan Sosial (Bansos) disinyalir mulai dijadikan alat politik menjelang Pemilu 2024 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).
Di depan Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW), warga Kota Bunga yang kini dipimpin kader PDI Perjuangan ini, mengaku sedih.
Warga lanjut usia (lansia) itu menyatakan kaget terhadap kebijakan baru Pemkot Tomohon soal penerima Bansos di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomoho Selatan.
“Tak ada pemberitahuan kalau saya tidak lagi masuk daftar penerima Bansos menjelang Natal tahun ini. Saya bingung dan sedih, padahal bantuan pemerintah ini sangat saya harapkan dan butuhkan,” ujar lansia yang mengaku warga Kelurahan Walian itu.
Ketika dikonfirmasi kepada pemerintah kelurahan, lanjutnya, ada kebijakan rolling atau pergantian penerima karena dana tak mencukupi.
“Tapi setelah dicek, ternyata yang dicoret dari daftar penerima adalah pendukung partai lain, bukan pendukung partai penguasa di Kota Tomohon,” ujarnya.
“Buktinya, mereka yang mendukung partai penguasa di Kota Tomohon tidak mengalami rolling atau pergantian,” sambung dia dalam reses Miky Wenur di Daerah Pemilihan (Dapil) Tomohon Selatan di Homestay Kelurahan Walian Satu Tomohon Selatan, Jumat (15/12/2023)
“Untuk itu, kami minta kepada Ibu Miky Wenur agar memperhatikan persoalan ini,’’ kata Lansia Walian itu.
Selain keluhan soal Bansos, Miky Wenur yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon ini menerima keluhan dari sejumlah warga Tumatangtang, Walian Satu dan Uluindano soal kepedulian Pemkot Tomohon dalam mewarnai dan menghiasi Kota Tomohon merayakan Natal 2023.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi ketika Pemerintahan KotanTomohon dipimpin Partai Golkar, menurut mereka, nuansa menyambut Natal Kota Tomohon tak banyak lagi dihiasi pernak-pernik Natal.
‘’Tidak seperti waktu lalu. Kalau Desember menjelang Natal, sudah banyak pernak-pernik Natal sudah wah. Kita jangan kalah dengan Kota Solo yang mayoritas Muslim tapi ornamen Natal sangat terlihat,’’ kata mereka senada.
Menanggapi keluhan dan aspirasi ini, Miky Wenur mengatakan akan menampungnya dan nanti akan dibawa untuk dibahas bersama dengan pihak terkait.
“Aspirasi seperti ini yang kami sangat butuhkah. Yang pasti, akan kami lanjutkan dan ini menjadi catatan,’’ kata Miky Wenur, yang dikenal sangat peduli dengan kepentingan rakyat ini.
Srikandi Partai Golkar tiga periode Anggota DPRD Kota Tomohon ini juga menyatakan kaget kalau ada penerima Bansos yang masih layak dicoret dari daftar hanya karena berbeda pilihan atau warna politik.
Calon DPRD Provinsi Sulut nomor urut 2 dari Partai Golkar ini menyatakan akan mengkoordinasikan alasan pencoretan penerima Bansos dengan pemkot dan instansi terkait.
“Apa yang jadi hak masyarakat, jangan diambil. Jangan melihat dia pendukung siapa, pemerintahan Pak Jokowi melihat semua rakyat sama demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
“Karena, seperti halnya komitmen Partai Golkar, ketika memimpin tidak akan melihat siapa dia, pendukung partai mana dia, sepanjang dia masuk kategori penerima bantuan, jangan dihapus. Berdosa,” sambung Miky Wenur. [heru]

