fajarmanado.com – MemeriahkanTomohon International Flower Festival 2022 ,Festival Kopi Tradisional Salah satu kegiatan yang di pusatkan di Lokasi Tomohon Expo GOR Babe Palar, Kamis (11/8/2022) .
Dalam festival kopi tradisional diikuti 14 peserta yang berasal dari utusan Kelurahan Kecamatan ,SKPD dan Umum.
Almontana Paat selaku salah satu juri ,saat di wawancara awak media ,mengatakan bahwa, beberapa ketentuan yang di jadikan penilaian adalah meliputi, penyajian yang di dalamnya adalah tingkah laku peserta saat membuat kopi selama lomba berlangsung. Kebersihan meja tentang bagaimana peserta memperhatikan keberadaannya untuk tetap higienis.
Terkait dengan penjurian atau penilaian adalah flavour atau rasa baik tawar, lebih pahit, atau mengganggu di mulut. Misalnya rasa apek atau busuk.
Lantjut Almontana ,keseimbangan apakah kopi tradisional yang dihasilkan seimbang rasanya antar kopi dan rempah. Sedangkan after taste lamanya cita rasa yang tinggal di pangkal maupun langit-langit lidah dan tenggorokan.
Dalam Lomba ini peserta dengan waktu 30 menit harus bisa menyelesaikan sajian kopi terbaik.
Almontana Paat juga berharap “Tentunya lewat ajang ini setiap kedai kopi di Tomohon akan semakin berkualitas dan bersaing. Terlebih Tomohon kota kopi dikenal luas dan tidak kalah dengan yang dari daerah lain,” harap dia.
Bermacam – macam penyajian kopi di suguhkan para peserta. Ada yang menyajikan menggunakan jahe, kapulaga, kayu manis, serei. Ada pula yang menyajikan menggunakan es.
Ada14 peserta yang bersaing memberikan karya yang terbaik, pasangan Barista Edward Sorusa dan Cliff dari Coffeat (Coffee and Eatery) yang terletak di Kelurahan Talete Dua (depan kantor Sinode GMIM) meraih Juara 1 dengan perolehan nilai 88.55.
Pasangan yang juga adalah utusan Kelurahan Talete Dua ini, mempersembahkan Racikan Kopi Rempah yang memiliki rasa khas berbeda.
Juara 1 akan menerima Hadiah Uang tunai 3 jt rupiah, Edo ,berharap bahwa kegiatan/ kompetisi Kopi Tradisional ini bisa menjadi agenda rutin di kota Tomohon, sehingga kami para barista bisa terus memperkaya racikan-racikan kopi tradisional yang dapat saja akan mendunia.
Untuk Juara ke 2 dan 3 dari kegiatan ini adalah Christofer Limon dari Seruput serta Jeremia Mongdong dari Cousin.

