Jakarta, Fajarmanado.com — Amir Papalia, orang yang disebut tersangka kasus ‘kopi sianida’ Kafe Olivie, menegaskan melihat Arief Soemarko, suami korban Wayan Mirna Salihin bertemu dengan barista Kafe Olivier, Rangga di kawasan Sarinah, Jakarta, sehari sebelum Mirna tewas.
Lalu mengapa Amir, yang mengaku wartawan Bhayangkara Indonesia (Bharindo), baru berani muncul?
“Jadi kenapa saya baru muncul saat ini, karena sejak awal saya sudah bersedia untuk dijadikan saksi di persidangan Jessica,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/10).
Amir mengungkapkan, semua dirinya coba menghubungi Eddy Darmawan Salihin, ayah korban Wayan Mirna Salihin. “Nggak ditanggapin,” ujarnya.
Setelah itu, lanjutnya, dirinya kembali mencari tahu kontak kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, tetapi tetap juga buntu.
Dalam hal ini dirinya bermaksud untuk memberikan kebenaran yang terjadi. “Maksud saya bisa dikuak bersama-sama,” kata Amir.
Amir meminta Arief dan Rangga diproses hukum bila memang keduanya terlibat dalam kasus kematian Mirna.
“Keduanya harus diperiksa juga. Tanya, mereka saat itu sedang berbuat apa. Saya nggak berpihak ke siapa-siapa, tapi memberikan keterangan yang sebenar-benarnya,” pungkasnya.
Sebawai wartawan Bharindo, Amir Papalia mengaku sempat melakukan investigasi sesaat setelah kematian Wayan Mirna Salihin ramai dibicarakan. Tindakan pertamanya adalah mendatangi langsung rumah Ketua RT dekat kediaman keluarga Jessica Kumala Wongso.
“Setelah marak dipemberitaan, empat hari usai kematian Mirna, saya langsung ke rumah Pak RT-nya Jessica, Pak Paulus. Di rumah itu, saya ingin menyampaikan terkait akan hal itu. Saya di situ menjelaskan apa yang saya ingin jelaskan. Pada akhirnya, pak Paulus itu menghubungi kuasa hukum Jessica, yakni Yudi Wibowo Sukinto. Tapi, enggak diangkat oleh pak Yudi,” ungkapnya.
Setelah itu, katanya, dia bertemu seorang security di kawasan perumahan Jessica, di Jakarta Utara.
“Penasaran saya, dan saya berputar mencari itu rumahnya Jessica dan ketemu dengan security. Saya di situ ceritakan, dan meminta tolong agar saya bisa melakukan mediasi,” ujarnya.
Tak pantang semangat, Amir pun langsung mencari tahu kediaman ayah Mirna, Eddy Darmawan Salihin. Namun, tak bertemu. Hingga akhirnya menyambangi langsung Kafe Olivier.
“Akhirnya saya ambil keputusan, mendatangi ke Kafe Olivier. Saya masuk berperilaku sopan dan menanyakan keberadaan Rangga di tanggal 5 Januari 2016, sekitar pukul 15.50 WIB. Saya pun mengaku ke salah satu pegawai kalau saya ini wartawan. Akhirnya ya dihubungi manager Kafe Olivier,” ujar Amir.
“Selain itu saya juga ingin bertemu Rangga. Saya juga di sana tidak makan gratis. Saya tidak memeras di sana. Saya hanya tanya Rangga di mana, tapi orangnya bilang saat itu tidak ada,” kisahnya.
Setelah menunggu, akhirnya Amir mengaku bertemu dengan manager Kafe Olivier, dan menanyakan keberadaan Rangga apakah ada (kerja) di Tanggal 5 Januari 2016.
“Kata manager kafe tidak ada. Kalau tidak ada di sana waktu itu siapa ya. Kok sama, mukanya mirip,” bebernya.
Lebih lanjut, dia mengatakan ke manager tersebut ingin bertemu. Namun, manager justru menghubungi pihak kepolisian.
“Saya wartawan dan saya ingin cari tahu hal itu semua. Saya bukan polisi, saya ini wartawan,” katanya.
Beberapa saat kemudian polisi pun datang. “Datang polisi banyak sekali saat itu. Saya jelaskan saya wartawan, saya sih memang tidak buat surat tugas dan kondisinya sudah mati (kadaluarsa). Nah, saya tegaskan ya saat itu polisi sebenarnya bukan menangkap saya saat itu, hanya bersama-sama ke Polda,” pungkasnya.
(dtc/ely)

