Amurang, Fajarmanado.com – Plt Direktur Utama RSUD Amurang dr Edwin Schouten berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan.
“Walaupun mulai Januari 2017 RSUD Amurang akan berubah status sebagai unit pelaksana teknis (UPT), kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima supaya masyarakat dan pasien merasa puas,” katanya.
Schouten mengakui, meski telah berusaha memberikan pelayanan prima namun tetap juga muncul penilaian minor, pelayanan tidak memuaskan di mata masyarakat.
“Saya suka dikritik asalkan untuk perbaikan agar menjadi lebih baik, makanya ketika ada keluhan saya langsung mencek, jika benar langsung dilakukan pembenahan dan perbaikan,” ujarnya di Amurang, Selasa (18/10).
Mantan Kepala Puskesmas Tenga ini mengharapkan semua jajaran di RSUD Amurang jangan terpengaruh dengan perubahan status rumah sakit mimic pemerintah daerah ini.
“Janganlah berhenti mengabdi dan berkarya hanya karena perubahan status nanti, kerja, kerja dan kerjalah demi pengabdian untuk memuaskan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Schouten.
Ia mengatakan, di Minsel memiliki beberapa rumah sakit namun RSUD Amurang memiliki dan lebih banyak dilengkapi peralatan yang cukup canggih.
Schouten meyayangkan bahwa peralatan tersebut belum bisa digunakan denhan baik karena masih kekurangan dokter ahli. “Saya berharap kekurangan-kekurangan itu akan dilengkapi nanti,” katanya.
Hukum Tua Desa Teep Trans Kecamatan Amurang Barat, Alex Tambajong mengaku RSUD Amurang yang berada di wilayahnya sudah sangat mapan.
“Soal pelayanan sudah sangat baik. Belum ada masalah yang berarti yang kami dengar. Setahu saya, pelayanan RSUD Amurang, baik di poli ataupun di UGD berjalan dengan baik,’’ tegas Tambajong.
(andries)

