BST 378 Orang Cair, Begini Nasib Seribuan Warga Kawangkoan Raya
Penampakan pelayanan Kantor Pos Kawangkoan, yang menerapkan protokol kesehatan, termasuk ketika menyerahkan BST bulan April 2020 kepada warga Kawangkoan Barat, Senin (18/5/2020).

BST 378 Orang Cair, Begini Nasib Seribuan Warga Kawangkoan Raya

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Setidaknya, 378 orang keluarga kurang mampu terdampak ekonomi pandemi virus corona atau Covid 19 di tiga kecamatan Kawangkoan raya layak bersorak. Sementara nasib seribuan lainnya masih mengantung.

Pasalnya, ke 378 keluarga penerima manfaat Dana Bantuan Sosial Tunai (KPM BST) warga Kecamatan Kawangkoan, Kawangkoan Utara dan Kawangkoan Barat itu telah ditransfer pemerintah pusat sejak pekan lalu. Terdiri dari, 376 disalurkan melalui Kantor Pos dan dua lainnya masuk rekening BRI penerima.

Pantauan Fajarmanado.com, Senin (17/5/2020) siang, Kantor Pos Kawangkoan menjadwalkan penyaluran BST pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kepada KPM asal Kecamatan Kawangkoan Barat.

Penyerahan BST bulan April sebesar Rp600 ribu itu, perdana dijadwalkan untuk KPM domisili Kecamatan Kawangkoan pada Kamis, 14 Mei 2020, menyusul kemudian Kawangkoan Utara dan Kawangkoan Barat.

Data dari Kantor Pos Kawangkoan yang diperoleh siang tadi, menunjukkan total penerima BST yang mulai disalurkan hari Kamis, pekan lalu itu berjumlah 376 KPM.

Dua KPM BST lainnya, yang sudah mendapat hak dikabarkan telah ditransfer ke rekening BRI.

“Dua orang itu adalah warga saya, Desa Tombasian Atas Satu,” ujar Hukum Tua (Kumtua) Johnny Wowor yang dihubungi terpisah.

Rincian penerima BST di Kantor Pos tersebut, adalah, Kecamatan Kawangkoan 144 KPM, Kawangkoan Utara 176 dan Kecamatan Kawangkoan Barat 56 KPM.

Ke 376 penerima BST tersebut berasal dari 14 dari 20 desa dan sembilan dari 10 kelurahan di wilayah Kawangkoan raya.

Satu-satunya kelurahan yang belum ada satu pun penerima BST adalah Kelurahan Sendangan Tengah.

Sedangkan enam desa yang masih bernasib sama dengan Kelurahan Sendangan Tengan, tersebar di tiga kecamatan.

Ke enam desa itu, adalah, Desa Kanonang Tiga Kecamatan Kawangkoan, Desa Kiawa Satu dan Desa Kiawa Satu Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara dan Desa Kayuuwi, Kayuuwi Satu dan Desa Ranolambot di Kecamatan Kawangkoan Barat.

Sesuai kuota penerima BST yang disebarkan ke semua 270 desa kelurahan di Minahasa, yang diminta diverifikasi dan validasi melalui forum musyawarah desa atau kelurahan, Kecamatan Kawangkoan memperoleh 418 KPM, Kawangkoan Utara 457 dan Kecamatan Kawangkoan Barat 441 KPM atau berjumlah total 1.315 kuota penerima BST.

Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH mengatakan, kuota tersebut tidak termasuk dengan nama-nama yang dikirim menyusul sesuai permintaan Dinas Sosial Kabupaten Minahasa.

“Kalau ditambah dengan nama-nama yang kami kirim menyusul, yang setiap kelurahan 23 orang itu, semua menjadi 500 lebih calon penerima,” ujarnya.

Mantan Camat Kawangkoan Barat ini membenarkan bahwa nama-nama yang telah diusul tapi belum masuk daftar resmi penerima BST telah diusul kembali.

“Semoga saja segera disetujui,” ujarnya sebelum memimpin rapat bersama para lurah di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan,  siang tadi.

Camat Kawangkoan Utara, Fabian DK Mendur, SPt, MM juga membenarkan belum semua calon penerima BST di enam desa dan empat kelurahan wilayah kerjanya yang sudah bisa mencairkan hak mereka.

“Saya sudah bilang kepada masyarakat agar bersabar. Kita harapkan yang lain bisa menerima tahap berikutnya. Semua akan terus diperjuangkan biar bertahap,” katanya, terpisah.

Eby, sapaan akrab suami Ketua PMS KGPM Betlehem Tolok, Gbl. Bertha Tumundo, STh menjelaskan, pengusulan nama-nama penerima BST untuk memperoleh persetujuan Kemensos butuh proses.

“Bisa saja server sempat mengalami trauble saat data penerima dikirim Dinas Sosial sehingga daftar nama yang muncul tak sesuai usulan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, sesuai petunjuk Pemkab Minahasa nama-nama yang belum muncul dalam daftar penerima sah akan dikirim kembali ke Kemensos.

“Jadi saya minta masyarakat bersabar, jangan langsung main tuding. Semua butuh proses, apalagi pengusulan nama-nama penerima BST mendadak diminta. Mari kita sama-sama berdoa supaya prosesnya tak mengalami gangguan lagi,” pintanya.

Penulis: Herly Umbas