Pembangunan GSG Desa Kiawa Satu Barat Tersendat, Warga Harap Dapat Berfungsi Desember

Pembangunan GSG Desa Kiawa Satu Barat Tersendat, Warga Harap Dapat Berfungsi Desember

Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com — Progres pembangunan gedung kemasyarakat atau gedung serba guna (GSG) Desa Kiawa Satu Barat, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa kini masih tersendat.

Tak ada lagi aktifitas pekerjaan hampir dua bulan terakhir. Padahal, pembangunan gedung yang mulai dikerjakan awal Juli 2019 ini, telah berujud tiang-tiang beton yang siap menopang atap.

“Kami mengharapkan, gedung itu sudah bisa digunakan minimal untuk ibadah Natal Oikumene desa kami pada bulan Desember mendatang,” kata Jan Worotitjan, mantan Hukum Tua (Kumtua) Desa Kiawa Satu Barat kepada Fajarmanado.com di Desa Kiawa Satu Barat, Jumat (15/11/2019), siang tadi.

Bersama Febry Piri dan Jemmy Rakian, Worotitjan menyadari jika ketersendatan progres pembangunan gedung tersebut akibat keterlambatan setiap tahapan pencairan dana desa.

“Karena, sesuai kesepakatan bersama rapat pemerintah desa, BPD dan tokoh masyarakat, sumber dana pembangunan gedung itu adalah dana desa (Dandes) sebagaimana dituangkan dalam APBDes 2019,” ujarnya.

Oleh karena itulah, mereka pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa untuk segera mencairkan Dandes tahap 3 tahun 2019 ini.

“Kalau dapat direalisasikan minggu depan, saya yakin gedung itu bisa digunakan untuk ibadah Natal bersama bulan depan,” kilahnya.

Seperti diberitakan, Dandes Kiawa Satu Barat 2019 semuanya dialokasikan membangun gedung kemasyarakatan.

Sesuai Rancangan Anggaran Proyek (RAP), Rp.657,7 juta dialokasikan membangun gedung berukuran  lebar 7,35 meter bagian depan, 8 meter di tengah dan 7,85 di bagian belakang dengan panjang 25 meter, sesuai dengan keberadaan lahan desa.

Kumtua Reiner Kaunang tak menampik proses pembangunan gedung tersebut yang terkesan agak tersendat.

“Memang hampir dua bulan terakhir tidak ada lagi pekerjaan karena kami masih menunggu pencairan dana desa tahap ke tiga,” ujarnya ketika ditemui terpisah.

Dirinya pun berharap dana tersebut segera cair dalam waktu dekat. “Kalau cair minggu depan, saya yakin bisa dipacu sehingga dapat digunakan untuk ibadah Natal bersama bulan depan, meski belum rampung 100 persen,” tandasnya.

Kaunang mengatakan, prioritas perkerjaan yang akan dipacu saat dana sudah tersedia adalah pengatapan.

“Kalau sudah diatap, pekerjaan lanjutan tidak akan terhalangi karena tinggal menyusunan batako, pengecoran lantai sampai finishing,” papar, pria familiar yang juga dikenal sebagai aktivis LSM ini.

Penulis: Herly Umbas