Likbar,Fajarmanado.com – Pembangunan 5 pos security di desa Paputungan kecamatan Likupang Barat oleh pihak perusahaan pengembang hotel dan objek wisata di desa tersebut resahkan warga. Selain itu Keberadaan pos security merubah citra desa yang sebelumnya dikenal aman, kini terkesan rawan dan sarat gangguan keamanan.
Jefry Rawung salah satu tokoh masyarakat desa Paputungan menuturkan, pendirian pos security di tengah perkampungan sangat meresahkan warga. Selain penempatan pos bukan diareal masuk lokasi perusahaan, keberadaan pos tersebut membuat warga tidak nyaman karena oknum security yang direkrut menjaga pos tersebut bukan security profesional yang tersertifikasi, melainkan hanya dilatih sendiri oleh pihak perusahaan dengan melibatkan oknum yang diduga pensiunan TNI.

“Kami warga desa sangat resah dengan adanya pos security ini, sebab desa yang sebelumnya dikenal aman kini terkesan rawan. Selain itu, kami juga tidak paham maksud dari pihak perusahaan mendirikan pos security ditengah perkampungan warga sementara aktifitas perusahaan untuk membangun hotel dan objek wisata belum ada.”kata Rawung.
Rawung manyayangkan jika pendirian pos security ini hanya akal – akalan pihak perusahaan untuk membuat gesekan antar warga Paputungan karena oknum security yang ditugaskan untuk menjaga pos tersebut merupakan warga setempat. Untuk mengantisipai hal tersebut, pihaknya meminta aparat terkait agar menetirbkan pos security tersebut untuk menghindari konflik antar warga. Selain itu, untuk menjaga keamanan desa bukan pos security yang dibutuhkan, melainkan pos Kamling yang didalamnya melibatkan masyarakat dan aparat desa setempat.
Plt. Hukum tua desa Paputungan saat dikonfirmasi soal pendirian pos security tersebut mengaku pihaknya hanya diberitahu secara lisan oleh pihak perusahaan jika di desa Paputungan akan didirikan pos security.
“Saya hanya disampaikan secara lisan bahwa pendirian pos security tersebut sudah disampaikan ke polsek Likupang dan Polres Minahasa.”kata Plt. Hukum tua desa Paputungan.
penulis : Joel Polutu

